
Berita forex hari ini masih seputar perang dagang yang terjadi antar Amerika Serikat dengan China. PBOC Menyatakan Tarif Impor AS Bisa Memotong Proyeksi Pertumbuhan PDB China sebesar 0,3 poin presentase.
Langkah Amerika Serikat (AS) menaikkan tarif impor terhadap barang-barang China senilai US$200 miliar dapat memotong proyeksi pertumbuhan China sebesar 0,3 poin persentase, menurut penasihat bank sentral China (PBOC) Ma Jun. Namun, ekonomi yang tengah menguat saat ini telah lebih tahan terhadap tekanan eksternal.
Komentarnya itu diterbitkan oleh Finance News, sebuah makalah yang dikelola oleh bank sentral pada hari Jum’at, 10 Mei 2019, ketika Amerika Serikat dan pejabat China melakukan perundingan di menit terakhir di Washington untuk mencegah eskalasi perang dagang yang mengancam dan akan mengganggu ekonomi global.
Wakil Perdana Menteri China Liu He, Perwakilan Dagang Amerika Serikat Robert Lighthizer, dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin memulai perundingan selama dua hari di mulai pada hari Kamis sore di Washington setelah terjadi keterlambatan dalam pembahasan rancangan perjanjian perdagangan.
https://www.youtube.com/watch?v=u9s9eluW-UE
Ma Jun mengatakan bahwa China akan menetapkan langkah-langkah balasan yang sesuai jika Presiden Amerika Serikat Donald Trump menaikkan tarif impor atas barang-barang China senilai US$200 miliar dari 10% menjadi 25%.
“Dampak negatif dari skenario ini pada produksi domestik bruto (PDB) China akan memotong proyeksi pertumbuhan China sekitar 0,3 poin persentase, ini berada dalam kisaran yang masih terkendali,” ujarnya, dilansir dari Reuters, Kamis, 10 Mei 2019.
Pasar saham China juga dipredikasi tidak akan mengalami minat jual besar-besaran yang sama seperti yang dialami pada tahun lalu ketika perang dagang dimulai, ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa investor sebelumnya cenderung bereaksi berlebihan dikarenakan ketidakmampuannya untuk menilai dampak nyata dari perselisihan perdagangan dan kekhawatiran yang terjadi karena memperlambat pertumbuhan ekonomi.
” Dalam beberapa bulan terakhir, kinerja ekonomi riil China telah meningkat secara signifikan. Lingkungan makro ekonomi dan kebijakan China saat ini juga akan membantu pasar untuk meningkatkan ketahanannya terhadap tekanan eksternal baru,” ujarnya.
Dia juga mengungkapkan bahwa bank sentral China (PBOC) memiliki alat kebijakan moneter yang cukup bagus untuk mengatasi ketidakpastian internal dan eksternal yang terjadi saat ini, dan akan mencari cara untuk melengkapi kebijakan sesuai dengan perubahan dalam situasi ekonomi negara.
didimaxforex.com







