Permintaan Dolar AS Meningkat Dipicu Penyebaran Virus Corona di Luar Cina

Permintaan Dolar AS Meningkat Dipicu Penyebaran Virus Corona di Luar Cina

Pada perdagangan pasar valuta asing hari Senin pagi, 24 Februari 2020, mata uang di Asia mengalami penurunan tatkala penyebaran cepat virus covid-19 di luar Cina memicu kekhawatiran atas pandemi dan mendorong investor berbondong-bondong beralih ke komoditas Emas dan Dolar untuk keamanan aset investasi.

Italia, Korea Selatan dan Iran semuanya mencatat lonjakan tajam jumlah infeksi selama akhir pekan menurut laporan Reuters Senin, 24 Februari 2020 pagi. Korea Selatan sekarang memiliki lebih dari 600 kasus, Italia lebih dari 150 dan Iran ada 43 kasus.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, pihaknya mengkhawatirkan meningkatnya jumlah kasus tanpa adanya hubungan yang jelas dengan Cina, tempat wabah virus itu diyakini telah dimulai.

EDUKASI TRADING FOREX GRATIS

Dolar Australia (AUD), sensitif terhadap perkembangan wabah karena Australia merupakan negara pengekspor utama komoditas, turun sekitar $0,66 untuk menyentuh level terendah baru 11 tahun pada awal perdagangan.

Dolar Selandia Baru (NZD) mengikuti pergerakan Dolar Australia (AUD). Dolar Singapura, baht Thailand, dan won Korea – semuanya peka terhadap ekonomi Cina – tertekan aksi jual terhadap greenback.

Penghindaran risiko, yang juga mendorong bursa berjangka AS jatuh serta emas dan obligasi naik, secara tidak biasa meluas ke Yen Jepang (JPY).

Setelah pulih sebagian dari penurunan pekan lalu Jumat silam, pasangan mata uang USDJPY diperdagangkan mendatar di 111,55 per Dolar karena investor Asia mendiskon nilai keamanannya akibat paparan virus di Jepang.

Terhadap sejumlah mata uang, Dolar Amerika Serikat (USD) kembali menuju puncak hampir tiga tahun yang dicapai pada minggu lalu, sebelum data ekonomi yang rendah memberi tekanan pada hari Jumat lalu. Dolar AS (USD) menguat terhadap Euro (EUR) di kisaran level $1,0837 dan Poundsterling (GBP) di kisaran level $1,2948.

Virus covid-19 telah menewaskan lebih dari 2.400 orang di Cina dan juga menyumbang jumlah sekitar 98% dari diagnosis global. Namun, penyebaran akhir pekan di luar Cina yakni di Italia, Korea Selatan dan Iran tampaknya telah menarik perhatian pihak otoritas kesehatan.

Pasangan mata uang CNY/USD melemah sekitar 0,3% di kisaran harga 7,0555 per Dolar pada perdagangan luar negeri.

EDUKASI TRADING FOREX DAN KOMODITI DI DIDIMAX

(Visited 19 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *