POLITIK AS MEMANAS JELANG PEMILU AMERIKA. Presiden Donald Trump menyerang Joseph Robinette Biden atau Joe Biden, menyebutnya tidak kompeten untuk memimpin Amerika Serikat.
PEMILU AS
Presiden Donald Trump menyerang Joseph Robinette Biden atau Joe Biden, menyebutnya tidak kompeten untuk memimpin Amerika Serikat. Biden merupakan lawan Trump dalam pemilihan presiden mendatang.
Trump mengatakan hal tersebut setelah jajak pendapat akhir pekan menunjukkan mayoritas masyarakat AS kecewa terhadap kinerjanya. Terutama dalam penanganan pandemi virus corona (Covid-19).
Trump mengomentari pertanyaan jika Biden terpilih pada 3 November mendatang. “Dia akan menghancurkan negara ini,” tegas Trump.
Selain menyebut Biden tak kompeten, Trump juga membuat serangkaian tudingan. Trump menyebut mantan wakil presiden itu akan melipatgandakan pajak.
Trump pun menambahkan, agama juga akan “hilang” jika mantan wakil presiden era Barrack Obama itu terpilih. Ia merujuk pada pejabat Demokrat yang melarang layanan gereja besar untuk membendung penyebaran virus.
Trump mengklaim bahwa Demokrat juga ingin “menggunduli” polisi usai beberapa aksi protes anti-rasis terjadi di beberapa negara bagian AS. Trump bersikeras bahwa bahasa tersebut ada dalam dokumen kebijakan Biden, meskipun ia tidak dapat menunjukkannya ketika ditantang oleh Wallace.
“Aku tidak ingin mengatakan itu. Aku bilang dia tidak kompeten untuk menjadi presiden,” kata Trump. “Biarkan Biden duduk dalam wawancara seperti ini, dia akan menangis kepada ibunya. Dia akan berkata, ‘Bu, Bu, tolong bawa aku pulang’.”
Dalam jajak pendapat oleh Fox Biden unggul atas Trump, terutama dalam kemampuannya mengelola pandemi (17 poin) dan mengatasi kerusuhan rasial (dengan 21 poin). Namun ia hanya berbeda satu poin dalam penanganan ekonomi negara.
Sedangkan jajak pendapat Washington Post-ABC News juga menyatakan Biden unggul atas Trump di antara para pemilih terdaftar secara nasional dengan selisih 15 poin, 55 hingga 40%.
Trump menolak hasil jajak pendapat tersebut dan menyebutnya palsu. Ia mengatakan survei Gedung Putih menunjukkan dia menang baik secara nasional maupun di beberapa negara bagian AS.
KESEPAKATAN DAGANG AMERIKA – INGGRIS
Mengutip pejabat senior pemerintah yang tidak disebutkan namanya, Financial Times (FT) melaporkan bahwa Perdana Menteri Inggris (PM) pemerintah Boris Johnson telah kehilangan harapan untuk melepaskan kesepakatan perdagangan dengan AS sebelum pemilihan presiden Amerika November.
Pemerintah Inggris telah melepaskan harapan untuk mencapai kesepakatan perdagangan AS-Inggris menjelang pemilihan presiden Amerika musim gugur ini.
Para pejabat Inggris menyalahkan pandemi COVID-19 atas kemajuan yang lambat.
Angka-angka pemerintah senior telah menyimpulkan tidak ada kesepakatan komprehensif yang mungkin sebelum pemilihan November.
Putaran ketiga perundingan akan dimulai melalui konferensi video online pada hari Senin tetapi tidak ada pihak yang mengharapkan terobosan konklusif.
Laporan di atas tampaknya telah membebani pound, karena GBP/USD berubah negatif dan menguji posisi terendah harian di dekat wilayah 1,2720.
Sumber : Fx Street







