Pound Terus Terkatung-katung Di Tengah Sentimen Risiko Pasar

Pound Terus Terkatung-katung Di Tengah Sentimen Risiko Pasar

Hai teman-teman trader! Untuk Berita Forex yang hari ini akan dibahas adalah seputar Pound Terus Terkatung-katung Di Tengah Sentimen Risiko Pasar. Yuk simak pembahasannya berikut ini.

Hari ini perdagangan pasangan mata uang Poundsterling Inggris (GBP) terhadap mata uang Yen Jepang (JPY) tampak pada minat beli. Kenaikan pasangan uang ini menuju ke level harga perdagangan di kawasan 147.60 pada hari ini Selasa, 19 Maret 2019.

Hingga saat ini, pasangan mata uang GBP/JPY terus berusaha menghadapi badai resiko yang berkembang dan tekanan dari Brexit. Untuk perdagangan ke depan, para pelaku pasar dan investor akan fokus pada rilis data mengenai pekerjaan Inggris dan juga KTT Uni Eropa yang akan dihadiri oleh Perdana Menteri Theresa May.

Sementara itu, sentimen resiko lainnya yang datang dari Amerika Serikat juga akan mempengaruhi pergerakan pasangan mata uang ini nantinya. Saat ini pasar sedang mengharapkan adanya pelonggaran dari kebijakan moneter yang diambil oleh Fed serta Parlemen Inggris yang menolak proposal Brexit dari Perdana Menteri Theresa May membuat aset beresiko bergejolak. Beberapa rilis data dari Inggris juga akan mempengaruhi sentimen resiko untuk pergerakan mata uang Poundsterling Inggris (GBP) lebih lanjut.

Kabar terbaru mengenai Brexit tersiar kabar bahwa Uni Eropa telah siap untuk memberikan perpanjangan Brexit sekitar tiga bulan sampai tanggal 30 Juni nanti. Selain itu kondisi perpolitikan Inggris juga tengah terguncang ketika Tory meminta Perdana Menteri Theresa May untuk lengser dari kursi kepemimpinannya.

Tory mengancam akan mogok kerja jika memang Perdana Menter Theresa May tidak menyetujui permintaanya tersebut. Selain itu, rilis data ekonomi dari Amerika Serikat, New Zealand dan Australia juga turut memberikan dampak untuk pergerakan mata uang Poundsterling Inggris (GBP).

Pemungutan suara oleh Parlemen Inggris mengenai proposal Brexit dari Perdana Menteri Theresa May  yang rencananya akan dilakukan pada hari Selasa ini juga tampaknya gagal diselenggarakan . Hal ini dikarenakan Parlemen Inggris masih saja menolak isi dari kesepakatan tersebut.

Terlebih lagi, Perdana Menteri Theresa May harus menghadiri KTT Uni Eropa tanpa membawa apapun. Sedangkan, untuk data Inggris diprediksi tidak akan mengalami perubahan data dari tingkat pengangguran dan pendapatan rata-rata.

didimaxforex.com

(Visited 35 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonHubungi saya disini