Pounds Terpuruk Karena Pemerintah Mengesampingkan Voting Brexit

Pounds Terpuruk Karena Pemerintah Mengesampingkan Voting Brexit

Hai teman-teman trader! Berita forex hari ini datang dari mata uang Pounds Terpuruk Karena Pemerintah Mengesampingkan Voting Brexit. Tentu ini membuat Pounds kembali tertekan dipasar uang terhadap Dolar Amerika (GBPUSD) dan terhadap Yen Jepang (GBPJPY).

Mata uang Poundsterling Inggris (GBP) saat ini terperosok ke level terendah sejak satu pekan lalu pada hari Kamis karena prospek untuk persetujuan cepat tentang Brexit memudar karena parlemen Inggris yang gagal menyepakati solusi.

Mata uang Poundsterling Inggris (GBP) berusaha melawan mata uang Dolar Amerika Serikat (USD) yang kembali bangkit dan mengambil langkah lain setelah sumber pemerintah Inggris mengatakan bahwa apa yang disebut suara “bermakna” di parlemen pada kesepakatan dua kali telah dikalahkan oleh Perdana Menteri Inggris yaitu Theresa May tidak akan terjadi pada hari Jumat ini.

Sebaliknya, debat Parlemen Inggris tentang Brexit yang akan terjadi.

Mata uang Poundsterling Inggris (GBP) kembali tertekan dipasar uang terhadap mata uang Dolar Amerika dalam pair GBPUSD dan terhadap mata uang Yen Jepang dalam pair GBPJPY, hal ini dikarenakan adanya kekhawatiran yang tumbuh bahwa tawaran Perdana Menteri Inggris Theresa May pada hari Rabu lalu untuk mengundurkan diri telah gagal meyakinkan euroceptics (keanti-Unieropaan) garis keras di partainya untuk mendukung kesepakatan Brexit-nya.

Prospek Perdana Menteri Inggris Theresa May untuk menyelesaikan transaksi, dan untuk mempertahankan posisinya sebagai Perdana Menteri kini semakin memburuk dan para investor melihat adanya sedikit peluang kebuntuan yang dalam waktu dekat akan terpecahkan.

Menurut surat kabar Evening Standard London pada hari Kamis kemarin, mantan menteri luar negeri Inggris, Boris Johnson, yang memimpin kampanye referendum pada tahun 2016 untuk meninggalkan Uni Eropa, mengatakan bahwa kesepakatan Perdana Menteri Inggris Theresa May yang sudah dua kali dikalahkan di parlemen kini mati.

Anggota parlemen Partai Konservatif lainnya, Mark Francois, mengecam kesepakatan keluarnya Inggris dari Uni Eropa milik Perdana Menteri Inggris Theresa May sebagai hal bodoh dan mengatakan ia akan “menolaknya lagi” jika parlemen memberikan suaranya lagi.

Kenneth Broux selaku ahli strategi mata uang di Societe Generale di London, mengatakan “Komentar Boris Johnson sehari setelah DUP mengatakan tidak akan mendukung kesepakatan, telah menambah sentimen Bearish ( Downtrend ) pada mata uang Poundsterling Inggris (GBP) di pasar mata uang.”

Uni Demokratik (DUP) adalah partai Irlandia Utara yang menopang pemerintahan minoritas Perdana Menteri Inggris Theresa May.

Anggota parlemen Inggris gagal menyepakati rencana alternatif dalam serangkaian “suara indikatif” pada hari Rabu.

Lee Hardman selaku ahli strategi mata uang di MUFG di London, mengatakan “Kebuntuan Brexit terus berlanjut karena Parlemen Inggris menunjukkan dengan jelas apa yang tidak diinginkannya, namun tidak ada kejelasan tentang apa yang diinginkannya.”

Sebagai tanda betapa gugupnya pasar mata uang saat ini, harapan tentang seberapa banyak mata uang Poundsterling Inggris (GBP) akan bergerak dalam beberapa pekan mendatang telah naik lebih cepat daripada taruhan tentang seberapa volatile mata uang Poundsterling Inggris (GBP) dalam setahun.

GRATIS EDUKASI TRADING FOREX DIDIMAX

didimaxforex.com

(Visited 8 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonHubungi saya disini