Poundsterling Kembali Terancam Akibat Ketidakpastian Politik dan Brexit

Poundsterling Kembali Terancam Akibat Ketidakpastian Politik dan Brexit

Pada saat mendekati pembukaan sesi dagang pasar valuta asing kawasan London di hari Rabu, 8 Mei 2019 pasangan mata uang Poundsterling Inggris (GBP) terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) saat ini sedang stagnan di kisaran level harga 1,3070.

Poundsterling (GBP) tampaknya hanya memberikan respon sedikit saja atas pesimisme terkait kesepakatan Brexit dan terancamnya posisi Perdana Menteri Theresa May sebagai Perdana Menteri Inggris saat ini.

Sebelumnya, pada hari Selasa kemarin telah berlangsung perbincangan mengenai kesepatakatan Brexit antar partai. Dalam perbincangan tersebut dilaporkan bahwa kesepakatan mengenai Brexit yang akan diajukan oleh Perdana Menteri Theresa May ke parlemen Inggris telah gagal dicapai.

Jika berjalan sesuai dengan rencana, maka kesepakatan Brexit tersebut selanjutnya akan divoting oleh para anggota parlemen Inggris. Gagalnya negosiasi lintas partai ini membuat beberapa kalangan pesimis mengenai masa depan Brexit yang juga akan menyeret Poundsterling Inggris (GBP) menjadi semakin melemah.

Dengan gagalnya negosiasi kesepakatan Brexit tersebut, maka secara otomatis akan memaksa Inggris untuk turut serta ambil bagian pada pemilihan Parlemen Uni Eropa (UE). Hal ini akan semakin menghancurkan harga diri Perdana Menteri Theresa May di hadapan Tories yang terus melakukan berbagai cara untuk melengserkan Perdana Menteri Theresa May dari kursi kepemimpinan Perdana Menteri Inggris.

Berdasarkan laporan yang dilansir dari The Sun, dengan gagalnya negosiasi kesepakatan Brexit tersebut, maka Perdana Menteri Theresa May diberikan tenggat waktu sampai dengan nanti malam untuk memberikan pernyataan mengenai pengunduran dirinya dari kursi kepemimpinan Perdana Menteri Inggris.

Jika hal tersebut tidak dilakukan oleh Perdana Menteri Theresa May, maka dia harus menyetujui apa pun rencana yang akan dipilih oleh Tories. Tentunya jalan ini cukup mengancam posisi Poundsterling Inggris (GBP) di pasar keuangan global.

Tanggapan dari Perdana Menteri Theresa May atas pemberitahuan ini ditanggapi dengan baik dan aktif yaitu dengan berkata bahwa dia akan menjelaskan bagaimana rencananya untuk menyelesaikan kebuntuan dari negosiasi Brexit pada bulan September mendatang. Dengan demikian, secara tidak langsung hal tersebut akan memperpanjang masa jabatan Theresa May dan akan tetap berada di kursi Perdana Menteri sampai empat bulan mendatang.

(Visited 4 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonHubungi saya disini