Pada perdagangan pasar valuta asing mata uang Poundsterling Inggris bearish lebih dalam saat menjelang pembukaan sesi Eropa di hari Kamis ini (14/5). Dilansir dari inforexnews.com dengan penurunan itu maka GBPUSD hari ini mencatatkan penurunan sampai 0,16% menuju ke level nilai tukar 1,2210. Beberapa saat yang lalu bahkan pasangan sempat menyentuh level paling rendah sejak 7 April lalu di 1,2204. Namun pada akhirnya memantul ringan walaupun bias bearish masih kuat.
Momentum Poundsterling Inggris bearish hari ini juga terkait dengan data ekonomi Inggris yang sangat suram. Inggris juga terancam oleh ketidakpastian Brexit di tengah perlambatan ekonomi akibat virus Corona. Gabungan faktor itu membawa GBPUSD turun dengan mudah sejak empat hari terakhir.
Sementara itu Dolar AS dalam hal greenback terus mendapatkan keuntungan melawan aset berisiko karena nada risk off yang mendominasi. Tapi permintaan Dolar AS masih bermain dengan adanya ekspektasi pemberlakukan suku bunga negatif oleh Fed. Bahkan Presiden Trump tampak mendukung suku bunga negatif yang masih menjadi rumor tersebut.
Pergerakan Poundsterling Inggris bearish saat ini juga karena adanya kekhawatiran panasnya hubungan dagang antara AS dan China. Apalagi saat ini China juga membuka masalah baru dengan rekan dagangnya yaitu Australia. Panasnya hubungan dagang akan membuat nada risk off terus menguasai pasar.
Hari Rabu kemarin Kanselir Inggris mengatakan ekonomi Inggris bisa mengalami resesi pada 2020 ini. Tapi Gubernur BoE terus memberikan dukungan dengan mengatakan bahwa bank sentral akan membantu negara untuk mengatasi krisis ini.
Masalah Brexit tampaknya masih membebani mata uang Poundsterling Inggris. Dilansir dari The Guardian, pemerintah Inggris akan melakukan pemeriksaan setelah Brexit terhadap barang yang lewat Laut Irlandia. Langkah itu sangat bertentangan dengan pernyataan yang menyatakan tidak akan ada pemeriksaan perdagangan.
www.inforexnews.com
PROFIT KONSISTEN DIDIMAX.






