PSIKOLOGIS PRO TRADER

PSIKOLOGIS PRO TRADER

Secara umum, psikologis seorang trader profesional selalu mengendalikan diri sendiri, bukan mengendalikan pasar. Seorang trader profesional membiarkan pasar berjalan seperti apa adanya, tidak berusaha memaksakan profit tanpa mengendalikan resikonya.

Tidak Memaksa

Jika keadaan pasar memang memungkinkan dan memenuhi kriteria sinyal tradingnya, ia akan masuk, dan jika tidak memungkinkan maka ia tidak melakukan trade. Sederhana saja. Seorang trader profesional tahu pasti apa yang ia cari karena telah belajar dan menguasai strategi trading yang efektif. Ia hanya mengantisipasi, bukan bereaksi.

Sabar

Trader profesional selalu membuat sebuah rencana trading dengan kriteria sinyal tertentu dan menunggu dengan sabar hingga pasar memberi peluang untuk entry. Itulah sebabnya mengapa sebaiknya trader menunggu datangnya sinyal daripada mencari-cari sinyal agar bisa entry.

Analisa Chart Se-objektif Mungkin

Yang lebih penting, trader profesional tahu bahwa hanya sedikit sinyal trading dengan probabilitas tinggi dalam suatu periode waktu tertentu, bukan tiap jam atau tiap hari, oleh karenanya mereka selalu melakukan analisa chart trading setiap hari dengan se-objektif mungkin. Dengan cara kerja yang demikian seorang trader profesional akan lebih tenang dan santai karena ia tidak harus melakukan trade kalau keadaan pasar memang belum memungkinkan.

Menerapkan Money Management

Tidak ada target berapa trade sehari melainkan berapa return yang diperolehnya dalam sebulan atau setahun. Ia percaya bahwa keuntungan tentu akan bisa diperoleh jika ia entry berdasarkan sinyal trading yang probabilitasnya tinggi serta dengan strategi money management yang sesuai.

Mengendalikan Emosi

Trader profesional tahu bahwa emosi adalah musuh utama untuk mencapai sukses. Trader profesional telah mengerti bahwa menanggapi sebuah trade dengan emosional akan berakhir dengan kerugian. Secara emosi adalah wajar jika seseorang merasa sedih, kesal atau senang yang berlebihan ketika mengamati pergerakan uang yang diperolehnya dengan susah payah. Trader profesional tahu mereka harus bisa mengekang emosi tersebut atau akan kehilangan banyak uang.

Cara yang paling efektif untuk mengendalikan emosi semacam itu adalah dengan menentukan besarnya resiko (kerugian) yang bisa ditolerir dan tidak berusaha untuk lebih. Hanya Anda sendirilah yang tahu berapa kerugian wajar yang bisa diterima. Selain itu, berusahalah untuk entry berdasarkan sinyal trading yang menurut Anda probabilitasnya paling tinggi, dengan demikian bisa mencegah Anda dari rasa khawatir yang adalah salah satu jenis emosi negatif.

Confident but Not Over Confident!

Cara Berpikir Trader Profesional Seorang trader profesional selalu bertindak dengan keyakinan dan percaya diri. Ia tidak memiliki pilihan lain atas trade yang telah diputuskan karena seperti telah disebutkan sebelumnya mereka telah tahu apa yang dicarinya sehingga jika ia melakukan trade itu adalah sesuatu yang telah diantisipasi dan direncanakannya. Ia juga tahu bahwa dalam trading selalu terjadi distribusi acak (random distribution) antara trade yang profit (winning trades) dan trade yang loss (losing trades), tidak peduli apapun strategi atau sistem trading yang digunakan.

Mindset

Trader profesional tidak mengintervensi posisi trading yang telah dibukanya. Salah satu ciri khas trader pemula dan trader amatir adalah bahwa mereka seolah-olah tahu apa yang akan terjadi pada pasar dan pergerakan harga berikutnya. Inilah yang menyebabkan mengapa banyak trader pemula melakukan intervensi pada posisi yang telah dibukanya dengan memindahkan level stop dan target yang telah direncanakan, atau menutup posisi tradingnya terlalu dini. Intervensi terhadap posisi trading akan merusak hasil trading dalam jangka panjang dan juga akan mengurangi rasa percaya diri. Cara berpikir Anda akan menentukan kebiasaan trading Anda. Bagaimana Anda berpikir tentang trading akan tampak pada bagaimana cara Anda trading.

Jika Anda mengira bisa menghindar dari loss, maka Anda akan cenderung trading tanpa menggunakan stop loss, memindahkan level stop loss lebih jauh atau menambah posisi pada saat sedang mengalami loss (averaging). Jika Anda menganggap pasar sebagai mesin ATM maka Anda akan cenderung untuk over-trading yang malah akan berdampak negatif pada hasil akhir trading.

Baca selengkapnya di: https://www.seputarforex.com/artikel/cara-berpikir-trader-profesional-179635-31

(Visited 13 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *