Risiko di kawasan Asia menguat, rupiah berpotensi melemah pada Senin

Setelah mencatatkan kinerja baik pada sepekan kemarin, rupiah diproyeksikan melemah mengawali perdagangan awal pekan ini. Pada Jumat (28/8) rupiah di pasar spot berhasil menguat 0,19% ke Rp14.632 per dolar Amerika Serikat. Sementara jika dalam sepekan, rupiah sudah menguat 0,95% dalam sepekan.

Setali tiga uang, penguatan juga terjadi di kurs tengah Bank Indonesia (BI). Mata uang Garuda tercatat ditutup ke Rp 14.702 per dolar AS sehingga dalam sepekan berhasil menguat 0,57%.

Ekomon Indef Bhima Yudhistira memperkirakan rupiah punya kecenderungan melemah pada perdagangan Senin (31/8). Salah satu faktornya disebut Bhima datang dari pengunduran diri PM Jepang yang masih menguatkan risiko pasar di kawasan Asia.

Bhima menyebut pelaku pasar menanti pengganti dan kemungkinan perubahan stance kebijakan jepang yakni ekspansi fiskal dan kebijakan moneter yang akomodatif. Di sisi lain dampak pandemi terhadap naiknya angka pengangguran dan tren perusahaan mengajukan pailit di seluruh dunia turut menjadi sentimen negatif. Investor cenderung bergerak membeli yen jepang naik 1.15% terhadap dolar AS pada sesi penutupan terakhir pekan lalu.

“Sementara sentimen dalam negeri dipengaruhi oleh naiknya kasus positif terkonfirmasi sebanyak 3.308 kasus pada 29 Agustus lalu salah satunya terbanyak disumbang di DKI Jakarta. Ini mempengaruhi confidence dari konsumen untuk berbelanja di ritel,” ujar Bhima kepada Kontan.co.id, Minggu (30/8).

Bhima menghitung rupiah akan bergerak pada rentang Rp 14.700 – Rp 14.750 per dolar AS pada perdagangan besok.

(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *