Selama Tiga Kali Berturut-turut Data Apik dari AS Bikin Yen Berdaya

Selama Tiga Kali Berturut-turut Data Apik dari AS Bikin Yen Berdaya

Pada perdagangan pasar valuta asing hari Rabu, 17 Juli 2019 pagi, mata uang Yen Jepang (JPY) kembali melemah melawan Dolar Amerika Serikat (USD). Serangkaian data indikator ekonomi penting dari Amerika Serikat yang dirilis apik membuat the greenback kembali berjaya.

Pada pukul 7:37 WIB, Yen Jepang (JPY) diperdagangkan di kisaran harga 108,32/US$ atau melemah sebesar 0,09% di pasar spot, melansir data Refinitiv. Pada hari Selasa, 16 Juli 2019 kemarin, Yen Jepang (JPY) juga melemah sebesar 0,3%.

EDUKASI TRADING FOREX GRATIS

Data tenaga kerja Amerika Serikat pada dua pekan lalu menjadi awal dari serangkaian data tersebut. Pada hari Jumat, 5 juli 2019 lalu, Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat melaporkan data tenaga kerja yang terdiri dari penyerapan pekerja di luar sektor pertanian (Non-Farm Payroll), tingkat pengangguran, serta rata-rata gaji per jam pada Jumat malam.

Non-farm payroll (NFP) dilaporkan bertambah sebanyak 224.000 orang, jauh di atas data bulan Mei yakni sebanyak 75.000 orang. Sementara tingkat pengangguran meski naik menjadi 3,7% dari sebelumnya 3,6% tetapi masih dekat level terendah selama 50 tahun terakhir.

Pada periode yang sama, rata-rata gaji per jam juga naik sebesar 0,2% month-on-month (MoM) dan 3,1% year-on-year (YoY).

https://www.youtube.com/watch?v=s6EqDOv_sXI

Kemudian pada pekan lalu inflasi di bulan Juni dilaporkan tumbuh sebesar 0,1% MoM, dan inflasi inti (yang tidak memasukkan sektor makanan dan energi) tumbuh sebesar 0,3% MoM. Rilis data tersebut lebih tinggi dari prediksi di Forex Factory yakni sebesar 0% untuk inflasi dan 0,2% untuk inflasi inti.

Selain itu, pertumbuhan inflasi inti di bulan Juni juga menjadi yang tertinggi sejak bulan Januari 2018.

Terakhir pada hari Selasa, 16 Juli 2019 kemarin data penjualan ritel dan penjualan ritel inti (tidak memasukkan sektor otomotif dalam perhitungan) naik masing-masing sebesar 0,4% MoM, lebih tinggi dari prediksi di Forex Factory yakni sebesar 0,1%.

Data penjualan ritel yang terkait dengan belanja konsumen merupakan komponen yang berkontribusi sekitar 68% terhadap produk domestik bruto (PDB). Sehingga tingginya penjualan ritel bisa jadi akan positif bagi PDB Amerika Serikat periode bulan April-Juni.

Selama tiga kali berturut-turut data apik tersebut tentunya menjadi bahan pertimbangan bagi bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) apakah akan memotong atau mempertahankan suku bunganya saat mengumumkan kebijakan moneter pada tanggal 31 Juli (1 Agustus waktu Indonesia). Pelaku pasar saat ini masih yakin bahwa bank sentral yang paling powerful di dunia ini akan memotong suku bunganya, tetapi yang jadi pertanyaan berapa kali hal tersebut akan dilakukan.

Sebelumnya pasar memperkirakan jika pemotongan akan dilakukan sebanyak tiga kali, dan hal inilah yang akan membuat Dolar Amerika Serikat (USD) terus tertekan. Namun,serangkaian data Amerika Serikat (USD) belakangan ini memunculkan keraguan akan hal tersebut, pasalnya ada prediksi jika The Fed akan memotong suku bunga maksimal sebanyak dua kali, sehingga Dolar Amerika Serikat (USD) pun meraih momentum penguatannya.

CARA DAFTAR AKUN DEMO TRADING DI DIDIMAX

didimaxforex.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *