Harga emas masih saja tertekan dan belum bangkit sepenuhnya. Dolar AS yang tetap bertengger di posisi tertingginya membuat harga logam kuning itu tertekan.
Pada 08.40 WIB, harga emas dunia di pasar spot melemah 0,3% ke US$ 1.862,6/troy ons. Padahal semalam harga bullion ditutup dengan penguatan menyusul rilis data tenaga kerja AS yang tak apik.
Pada 06.20 WIB harga emas dunia di pasar spot dibanderol di US$ 1.949,5/troy ons. Pada Jumat (18/9/2020) harga emas ditutup di US$ 1.949,7/troy ons. Harga emas di pagi hari awal pekan ini, Senin (21/9/2020) bergerak flat.
Pada 09.00 WIB, Jumat (18/9/2020), harga emas mengalami penguatan 0,49% ke US$ 1.952,2/troy ons. Di saat yang sama indeks dolar yang mengukur posisi USD terhadap enam mata uang lainnya melemah 0,08%.
Rabu pagi (16/9/2020), harga emas dunia di pasar spot agak kalem. Harga logam kuning itu menguat tipis 0,07% ke US$ 1.957/troy ons pada 09.00 WIB. Tidak hanya harga emas saja yang anteng, indeks dolar pun demikian.
Saat ini semua mata tertuju kepada bank sentral Amerika Serikat (AS), the Fed. Dini hari nanti otoritas moneter paling berpengaruh di dunia itu akan mengumumkan kebijakannya yang akan mempengaruhi pergerakan harga emas.
Harga emas masih susah tembus ke level tertinggi historisnya. Sejak terjun bebas bulan lalu, harga logam mulia ini susah untuk menyentuh level psikologis US$ 2.000/troy ons.
Pada 07.00 WIB, harga logam kuning tersebut naik 0,08% ke US$ 1.942,5/troy ons. Pekan lalu harga emas naik 0,65% ke US$ 1.941,5/troy ons. Menguat tipis pagi senin ini.
Jumat pagi (11/9/2020), harga emas bergerak ke ‘selatan’ setelah berhasil menyentuh level US$ 1.950/troy ons pada penutupan perdagangan kemarin.
Pada 08.20 WIB, harga emas dunia di pasar spot melemah 0,37% ke US$ 1.946,6/troy ons. Sejak anjlok pada minggu kedua Agustus, pergerakan emas cenderung volatil. Reli sembilan pekan beruntun emas pun terhenti.
HARGA EMAS SEDANG MELEMAH KARENA USD Harga emas melemah pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat ditengah kecenderungan turun diluar pasar metal yang menyebabkan harga minyak mentah turun tajam dan indeks dolar AS menguat secara solid.
GBP/USD tidak berlanjut naik dan berbalik turun ke bawah 1.32. Poundsterling terus tertekan dengan berat ditengah ketakutan akan terjadinya Brexit yang tanpa kesepakatan. Tekanan turun terhadap pasangan matauang ini juga disebabkan karena tetap bertahannya dolar AS.
Pasangan matauang GBP/USD gagal mengkapitalisir kenaikan sekitar 100 pips pada hari Jumat minggu lalu, dan sebaliknya memulai hari pertama perdagangan pada minggu yang baru dengan tekanan jual. Momentum menyeret pasangan matauang ini ke bawah 1.32 selama awal perdagangan sesi Eropa disebabkan oleh ketakutan akan Brexit yang tanpa kesepakatan. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menetapkan tenggat waktu tanggal 15 Oktober untuk kesepakatan perdagangan bebas dengan Uni Eropa. Johnson juga mengancam bahwa Inggris bisa keluar dari pembicaraan dalam beberapa minggu ini dan berkata bahwa keluarnya Inggris tanpa kesepakatan adalah hasil yang baik bagi Inggris.
Sementara secara terpisah, negosiator Brexit dari Inggris, David Frost mengatakan bahwa Inggris tidak takut akan keluar dengan tanpa kesepakatan pada akhir tahun ini. Kepala negosiator dari Uni Eropa, Michel Barnier menyalahkan David Frost dan mengatakan dia tidak setuju dengan persetujuan perdagangan bebas. Berita-berita yang kurang bagus sehubungan dengan Brexit ini muncul pada saat pembicaraan perdagangan setelah Brexit akan dimulai lagi pada hari Selasa. Hal ini memukul poundsterling.
Di pihak lain, dolar AS diperdagangkan naik pada hari pertama perdagangan di minggu yang baru. Hal ini memberikan kontribusi bagi penurunan pasangan matauang GBP/USD lebih jauh. Meskipun demikian kenaikan USD kekurangan katalisator yang jelas. Dengan liburnya pasar AS dan Inggris karena hari Buruh, berita sekitar Brexit menjadi sentimen yang menggerakkan poundsterling.Penurunan lebih lanjut akan berhadapan dengan “support” terdekat di 1.3175 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3100 dan kemudian 1.3050. Sedangkan apabila berbalik naik akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di 1.32 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3255 dan kemudian 1.3300.
Harga emas bergerak ke selatan hari ini menyusul penguatan USD. Kebangkitan indeks dolar dari level terendahnya dalam dua tahun menekan harga emas.
Selasa (8/9/2020) pada 09.00 WIB, harga emas dunia di pasar spot terkoreksi 0,15% ke level US$ 1.925,97/troy ons. Pada saat yang sama indeks dolar yang mengukur posisi greenback terhadap enam mata uang lain naik 0,48% ke 93,162.
Bangunnya ekonomi Amerika Serikat yang mulai telihat membuat indeks USD bangkit dari level terendah dalam lebih dari 2 tahun terakhir di pekan ini. Meski demikian, hasil survei Reuters menunjukkan dolar AS diramal akan melemah hingga tahun depan.