RUPIAH AWAL PEKAN DI PREDIKSIKAN MENGUAT

 

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan ini diperkirakan menguat usai libur panjang. Rupiah Senin (24/8) pagi dibuka menguat 18 poin atau 0,12 persen menjadi Rp 14.755 per dolar AS dari sebelumnya Rp 14.773 per dolar AS.

Analis pasar uang Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto memperkirakan rupiah hari ini akan cenderung terapresiasi didukung data domestik. “Memang pagi ini rupiah melanjutkan penguatan, karena mostly data ekonomi menunjukkan kondisi yang cukup stabil, khususnya CAD dan trade balance,” ujar Rully.

Selain itu, lanjut Rullly, permintaan valas sepertinya juga mulai menurun sedikit demi sedikit. Dari eksternal, pergerakan nilai tukar dipengaruhi oleh kebijakan akomodatif dari bank sentral AS The Fed dan pemerintah AS.

“Hal itu mendorong peningkatan supply mata uang dolar AS,” katanya.

Rully memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp 14.665 per dolar AS hingga Rp 14.780 per dolar AS. Pada Rabu (19/8) lalu, rupiah ditutup menguat 72 poin atau 0,49 persen menjadi Rp 14.773 per dolar AS dari sebelumnya Rp 14.845 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Senin menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp 14.794 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp 14.786 per dolar AS.

PENTINGNYA UNTUK TIDAK ASAL PILIH BROKER TRADING

 

Source : republika.co.id

Dolar AS Stabil Jelang Pidato Powell dan Simposium Jackson Hole

Pergerakan dolar AS terpantau stabil karena sebagian investor masih menanti pidato ketua The Fed pada pertemuan tahunan Simposium Jackson Hole pekan ini. DIlansir dari seputarforex.com ekonom memprediksi penguatan dolar AS hanya sementara karena sikap dovish The Fed iklan iklan Dolar AS bergerak stabil pada perdagangan awal pekan (24/Agustus) karena investor tengah menanti pidato Powell pada pertemuan tahunan Simposium Jackson Hole pekan ini. Continue reading →

Latih Kebiasaan Ini Agar Menjadi Trader Profesional

Ketika seseorang memutuskan bergabung dalam dunia trading hal yang pasti dipikirkan adalah apakah bisa menjadi trader profesial seperti trader terdahulu. Hal ini wajar bagi psikologis seseorang saat memulai hal baru. Para profesional lahir karena terus dilatih berdasarkan pengalaman. Sebenarnya ada beberapa kebiasaan yang bisa dilatih agar profesional di bidang ini.

Continue reading →

Forex GBP/USD 21 Agustus 2020: Berhasil Naik Melewati 1.32

Poundsterling mengatasi semua pasangannya dolar AS, dengan GBP/USD menembus ke atas 1.32, setelah sebelumnya diperdagangkan di kerendahan 1.3064.

GBP/USD mengalami pembalikan arah dari kerendahan seminggu pada awal perdagangan dan naik mengambil kembali kerugian yang terjadi pada hari sebelumnya pada saat terjadi penurunan intraday yang tajam sekitar 175 pips dari ketinggian tahunannya.

Sementara para investor dan trader poundsterling memandang melewati risalah pertemuan FOMC yang kurang “dovish”, dolar AS berjuang untuk mendapatkan perhatian dari para pembeli ditengah ketidakpastian mengenai langkah stimulus fiskal AS berikutnya.

Selain itu, penurunan imbal hasil dari obligasi treasury AS selanjutnya berkolaborasi menahan kenaikan dari dolar AS yang pada gilirannya menjadi salah satu faktor kunci yang membantu pasangan matauang GBP/USD mendapatkan daya tarik yang baru.

GBP/USD melanjutkan kenaikannya dan berhasil menembus ke atas 1.32, ke sekitar 1.3225 setelah keluarnya data makro ekonomi AS yang mengecewakan. Angka klaim pengangguran mingguan AS muncul kembali di atas 1 juta, di 1.106.000, lebih tinggi daripada minggu lalu yang dibawah 1 juta, di 971.000. Selain itu angka klaim pengangguran yang keluar ini juga lebih tinggi daripada yang diperkirakan pasar di 930.000.

Kenaikan selanjutnya dari pasangan matauang ini akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di 1.3272 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3328 dan kemudian 1.3388. Sedangkan penurunannya akan berhadapan dengan “support” terdekat di 1.3200 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3112 dan kemudian 1.3070.

PENTINGNYA UNTUK TIDAK ASAL PILIH BROKER TRADING

 

Source : Vibiznews