Trading loss terus seringkali bukan karena pasar yang ingin mengambil keuntungan dari Anda. Percayalah, sebagai trader ritel, Anda tidak sepenting itu untuk “diincar terus-menerus oleh pasar”. Sebelum ramai-ramai mengklaim bahwa pasar forex itu penuh tipu muslihat dan hanya bertujuan menjebak trader agar rugi terus-terusan, pahamilah bahwa sudah banyak trader sukses yang bisa menanggulangi masalah tersebut. Kuncinya? Bisa jadi tak jauh-jauh dari 7 trik ampuh di bawah ini:
1. Belajar Dari Kesalahan
Tanpa adanya kesadaran diri untuk mengakui kekeliruan, trader seringkali dibutakan oleh kepercayaan membabi buta, baik terhadap sistem trading yang dijalankan maupun keahlian dirinya sendiri. Jika sudah seperti itu, maka ia tak akan bisa mengenali kesalahan yang membuat trading loss terus. Jika Anda masih merasa demikian, inilah saat yang tepat untuk mulai mengakui bahwa sistem trading yang selama ini Anda yakini mungkin tidak sebaik dugaan, sudah tak sesuai dengan kondisi pasar terbaru, atau memang tak sesuai dengan gaya trading Anda. Selain itu, jangan sungkan untuk mengakui kekurangan diri sendiri. Introspeksi diri Anda; apakah selama ini Anda terjebak dalam dosa trading yang belum disadari, atau sebenarnya sudah sadar tapi masih malu mengakuinya? Ingat, bagaimanapun juga, bangkit dari suatu keterpurukan itu dimulai dari titik kesadaran.
2. Kembali Ke Akun Demo
Tak peduli apakah penyebab loss terus-terusan Anda adalah kesalahan sistem, kurang disiplin, atau sekedar kegagalan mengontrol emosi trading, sebaiknya kembalilah dulu di akun demo setelah mengalami tekanan akibat trading loss terus. Tak perlu malu trading lagi di akun demo, karena trader profesional pun masih memanfaatkan akun ini untuk menguji strategi-strategi baru dengan cara Forward Test. Dengan demikian, sangat wajar bila Anda bisa mengoptimalkan akun demo untuk menguji strategi baru bila penyebab drawdown Anda sebelumnya adalah ketidakcocokan strategi.
Sedangkan jika Anda menyadari bahwa kurangnya kendali diri adalah penyebab kegagalan sebelumnya, maka Anda bisa memanfaatkan akun demo untuk membangun kepercayaan diri, mengasah kemampuan trading, dan secara keseluruhan menemukan “ritme trading” Anda di pasar. Cara ini dapat membuat kembali Anda lebih terencana, efektif, dan berpeluang sukses.
https://www.youtube.com/watch?v=nct2QphviFE
3. Pisahkan Chart Analisa Dan Eksekusi
Jika trading loss terus disebabkan oleh kebingungan di tahap analisa, ada baiknya Anda memisahkan chart analisa dan eksekusi. Contohnya, Anda bisa melakukan analisa di chart TradingView, sementara order dieksekusi dilakukan di chart MT4 broker. Dalam menempatkan order, Anda bisa dengan cepat menutup chart setelah buka posisi. Cara ini dapat meminimalisir keinginan untuk intervensi posisi trading yang sedang berjalan. Jika Anda trading di platform Mobile, pemisahan chart analisa dan eksekusi malah diwajibkan, karena pengamatan di chart Mobile memiliki banyak keterbatasan baik secara visual maupun kelengkapan tool dan indikator.
4. Fokus Pada Close Candle
Sering mengandalkan Price Action sebagai acuan Support Resistance atau bahkan pedoman order? Jika ya, coba pastikan dulu apakah selama ini Anda sudah mengacu pada close candle atau justru masih terpana pada high low candle yang terlihat menonjol. Pada dasarnya, high low candle merefleksikan harga tertinggi dan terendah dalam suatu periode, sehingga bisa dikatakan mewakili noise pasar yang seringkali dipicu kepanikan pasar semata dan tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Sebaliknya, close candle memperlihatkan resolusi penutupan harga di suatu sesi, yang secara final menegaskan arah dan kondisi harga dalam periode tersebut. Karena itu, menggunakan close candle sebagai acuan adalah pilihan paling optimal, baik untuk menarik Support Resistance ataupun mencari tumpuan entry dan exit order.
5. Kecilkan Risiko Saat Trading Loss Terus
Di kala trading loss terus, apa reaksi pertama Anda? Gemas melihat kerugian yang seolah tak berujung dan ingin segera membalikkannya menjadi keuntungan? Atau, takut masuk ke pasar hingga trauma tak trading lagi? Sebenarnya, ada jalan tengah yang bisa Anda ambil sehingga tak perlu melangkah ke titik-titik ekstrem di atas. Saat drawdown, Anda memang tidak disarankan untuk terus-menerus open posisi, tapi bagaimana jika muncul peluang trading yang bagus di depan mata? () Agar tak silau oleh prospek membalas dendam kerugian-kerugian sebelumnya tapi tetap bisa memanfaatkan peluang yang muncul, Anda bisa tetap masuk pasar dengan mengurangi ukuran trading. Langkah ini tidak hanya untuk meminimalisir risiko, tapi juga menandai kesadaran diri Anda terhadap drawdown yang tengah diderita. Fokus diri ketika trading loss terus adalah mengembalikan kepercayaan diri sembari mempertahankan balance yang tersisa (bersikap defensif), bukannya bersikap agresif dengan menaikkan taruhan atau justru memilih pasif karena menyerah seutuhnya.







