Yen Jepang Berjaya di hadapan Dollar AS

Yen Jepang Berjaya di hadapan Dollar AS

Berita forex hari ini berasal dari mata uang Yen Jepang Berjaya di hadapan Dollar AS setelah Bank Sentral Jepang (BOJ) sepakat untuk kembali menahan kenaikan suku bunga untuk satu tahun lagi.

Mata uang Yen Jepang (JPY) menguat terhadap mata uang dollar Amerika Serikat (USD) setelah Bank Sentarl Jepang (BoJ) setuju untuk kembali menahan kenaikan suku bunga setidaknya satu tahun lagi.

Mengutip dari Bloomberg di pasar spot pada hari Kamis tanggal 25 April, pasangan mata uang USDJPY terpantau melemah sebesar 0,24% ke kisaran level 111,89 dan membuat mata uang Yen Jepang (JPY) melonjak ke level tertinggi sementara di tahun ini.

Penguatan mata uang Yen Jepang (JPY) ditunjang oleh sikap tenang Bank Sentral Jepang (BoJ) dalam merespon lemahnya laju inflasi Jepang, sehingga tidak ada pernyataan yang melenceng dari prediksi.

Suku bunga jangka pendek tetap pada level -0,1% dan target yield obligasi pemerintah Jepang bertenor 10 tahun tetap 0,0%. Bank Sentral Jepang (BoJ) hanya merevisi turunnya ekspektasi pertumbuhan GDP tahun 2019 dari 0,9% menjadi 0,8%.

Bank Sentral Japang (BoJ) memperkirakan laju GDP sebesar 0,9% baru akan dicapai pada tahun 2020. Perkiraan Core CPI untuk akhir tahun 2020/2021 juga direvisi turun dari 1,5% menjadi 1,4%. Sejalan dengan itu, mereka juga mengisyaratkan jika tingkat suku bunga tetap akan berada pada level terendah setidaknya hingga musim semi tahun depan. Terlepas dari itu, otoritas moneter tertinggi di Jepang ini bersikeras untuk tidak memperlonggar kebijakan yang telah diberlakukan.

Alih-alih, mereka justru kembali melakukan pengetatan moneter secara diam-diam. Setelah rilis hasil press conference Bank Sentarl Jepang (BoJ) hari ini, mata uang Yen Jepang (JPY) kembali menguat dimana investor dan para pelaku pasar terpantau sedang memburu mata uang safe-haven.

Sementara itu, mata uang Dollar Amerika Serikat (USD) melambung ke level tertinggi pada hari Kamis tanggal 25 April kemarin. Reli mata uang Dollar Amerika Serikat mungkin masih diliputi oleh kekecewaan dari musim pendapatan perusahaan yang sedang berlangsung, meskipun hasil sejauh ini umumnya masih melampaui harapan. Saat ini, pergerakan the greenback menunggu data PDB Amerika Serikat hari Jumat tanggal 26 april ini sebagai pemicu besar berikutnya.

Pada hari Jumat, 26 April pukul 06.30 WIB akan dirilis indikator ekonomi JP Unemployment Rate MAR yang diperikarakan akan meningkat dari 2,3% menjadi 2,4% (konsensus). Naiknya persentase tingkat pengangguran di Jepang tersebut akan berdampak negatif bagi mata uang Yen (JPY).

Kemudian, pukul 19.30 WIB nanti akan dirilis angka awal produk domestik bruto Amerika Serikat untuk  kuartal pertama yang diperkirakan akan berada di 2,1%.

CARA DAFTAR AKUN DEMO TRADING DI DIDIMAX

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *