Laporan neraca perdagangan/trade balance Jepang oleh Kementrian Keuangan Jepang hasilnya adalah surplus 1,109.8 Miliar Yen (seribu seratus sembilan koma delapan) selama bulan Februari 2020, yang artinya melampaui proyeksi surplusnya yaitu sebesar 917.2 Miliar Yen (sembilan ratus tujuh belas koma dua), dan lebih menguat dari hasil periode sebelumnya yang defisit hingga 1,313.2 Miliar Yen (seribu tiga ratus tiga belas koma 2). Data Neraca Perdagangan Jepang diperbarui bulanan.
Ekspornya lebih besar dari impor
Sesuai data yang dirilis oleh Departemen Statistik Jepang, penurunan ekspor melambat dari 2.6% menjadi 1% secara tahunan, lebih bagus dari perkiraan kemerosotannya sampai 4.2%. Jadi, secara keseluruhan, ekspor Jepang telah mencetak rekor penurunan selama 15 bulan secara beruntun. Lemahnya ekspor Jepang bulan lalu sebagian besar dipicu oleh merosotnya pengiriman mobil dan mesin pengolah logam ke China. Kondisi ini terjadi karena China sedang berada di titik atas penyebaran COVID-19 (virus corona) pada bulan lalu, membuat banyak pabrik terpaksa menghentikan produksi dan mengurangi permintaan serta pengiriman barang dari luar negeri. Sementara itu, impor Jepang melemah tajam 14.0% pada bulan Februari, jauh lebih buruk ketimbang penurunan 3.6% yang terjadi pada bulan sebelumnya, tetapi sedikit lebih baik dari forecast (peramalan) penurunan mencapai 14.1%. Rusaknya sektor impor ini sebagian besar disebabkan oleh kurangnya permintaan domestik (lokal) saat Jepang menghadapi lockdown karena penyebaran virus COVID-19 (virus korona). Volume impor dari China pun turun drastis sebesar 47.1%, menjadi penurunan terbesar sejak tahun 1986.
Yen Stabil Lawan Dolar Amerika Serikat (USD)
Data ekspor dan impor Jepang pagi ini tidak berpengaruh signifikan terhadap pergerakan mata uang Yen. Secara garis besar, Yen tercatat menguat terhadap mata uang utama, khususnya versus AUD (Australian Dollar) dan CAD (Canadian Dolar) yang dihantam oleh nuansa risk-off (para investor dan trader lebih dominan mengambil langkah untuk menghindari resiko dengan menarik dananya dari pasar atau memilih wait and see). Hanya saja, performa Yen melawan Dolar Amerika Serikat (USD) tidak begitu impresif. Pergerakan pasangan USD/JPY terpantau stabil di kisaran 107.216, melemah 0.42% dari harga Open harian.
Sumber: https://www.seputarforex.com/berita/neraca-perdagangan-jepang-surplus-yen-stabil-292355-11




