
Pada hari Senin saat perdagangan pasar valuta asing di sesi Asia, Yuan Tiongkok (CHY) menguat terhadap Dolar Amerika Serikat (USD). Dalam laporan yang diterbitkan pada Jumat malam, People’s Bank of China (PBOC) menyatakan bahwa mereka akan melanjutkan penguatan tersebut dengan beberapa stimulus sambil menjaga mata uang agar tetap stabil.
Pasangan mata uang USD/CNY turun sebesar 0,1% menjadi 6.9076 sebelum pukul 10.30 WIB.
Dalam laporan kebijakan moneter triwulanannya, PBOC menyatakan bahwa “gesekan perdagangan dan ketidakpastian dalam kebijakan global dapat berdampak negatif terhadap ekonomi global.” Bank sentral juga menambahkan bahwa inflasi dapat didorong jika perang perdagangan dengan Amerika Serikat berlarut-larut, merusak rumah tangga dan perusahaan kepercayaan juga menyebabkan gejolak di pasar keuangan.
Pasangan mata uang AUD/USD naik sebesar 0,7% menjadi 0,6917 pada Senin pagi setelah kemenangan pemilu yang mengejutkan untuk Perdana Menteri Scott Morrison.
Pasangan mata uang ini merosot ke kisaran level 0,6868 minggu lalu, di tengah kenaikan tingkat pengangguran pada bulan April dan berkurangnya harapan bahwa perang perdagangan antara China-Amerika Serikat akan segera berakhir.
https://www.youtube.com/watch?v=iYBmlMDumAw&t=9s
Pasangan mata uang GBP/USD naik tipis sebesar 0,1% menjadi 1,2731. Hal ini terjadi akibat kecemasan atas Brexit yang diperkirakan akan mendominasi sentimen pada Poundsterling (GBP).
Pada pekan lalu, pasangan mata uang ini jatuh ke level terendah sejak bulan Januari setelah pembicaraan lintas partai Brexit hancur dan kecemasan pun muncul terkait dampak pengunduran diri Perdana Menteri Theresa May yang mungkin terjadi pada saat keluarnya Inggris dari Uni Eropa (UE).
Selain itu yang menjadi fokus adalah berita bahwa Gedung Putih mengatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana akan menunda keputusan selama enam bulan mengenai apakah akan mengenakan tarif pada mobil impor dan suku cadang untuk memberikan lebih banyak waktu terkait pembicaraan perdagangan dengan Uni Eropa (UE) dan Jepang.
Pasangan mata uang USD/JPY menguat sebesar 0.1% ke kisaran level110,19.
Data menunjukkan bahwa PDB kuartal pertama negara datang pada 2,1%, melampaui ekspektasi kontraksi yaitu sebeasar 0,2%. Namun, pedagang tetap berhati-hati karena ekspansi sebagian besar terjadi disebabkan oleh impor yang menurun lebih cepat dari ekspor, kemungkinan mencerminkan permintaan domestik yang lemah.
Indeks dolar Amerika Serikat yang melacak greenback terhadap sejumlah mata uang lainnya diperdagangkan mendatar di kisaran level 97.863.
Data pada hari Jumat juga menunjukkan bahwa sentimen konsumen Amerika Serikat melambung ke level tertinggi selama 15 tahun, yang terjadi pada awal bulan Mei di tengah meningkatnya kepercayaan terhadap prospek ekonomi, meskipun banyak lonjakan yang tercatat sebelum eskalasi perang dagang.
didimaxforex.com





