Yuan Sentuh Level Terendah Sejak 11 Tahun Akibat Perang Dagang

Yuan Sentuh Level Terendah Sejak 11 Tahun Akibat Perang Dagang

Pada perdagangan pasar valuta asing hari Kamis, 22 Agustus 2019, nilai tukar Yuan China (CNY) terperosok ke level terlemahnya lebih dari 11 tahun seiring dengan berlanjutnya ketidakpastian atas konflik perdagangan dengan Amerika Serikat.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar Yuan (CNY) yang awal bulan ini menembus level kunci 7 per Dolar Amerika Serikat (USD) untuk pertama kalinya sejak krisis keuangan, melemah sebesar 0,15 persen ke kisaran level 7,0740 per Dolar Amerika Serikat (USD) pada pukul 12.30 siang waktu Shanghai.

Dengan demikian, nilai tukar Yuan (CNY) memperpanjang pelemahannya selama enam hari menjadi 0,7 persen, terbesar di Asia.

EDUKASI TRADING FOREX GRATIS

Pelemahan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa dia adalah “yang terpilih” untuk mengobarkan perang dagang dengan China.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mengungkapkan bahwa dia akan berhadapan dengan China terkait isu perdagangan yang menjerat keduanya, meskipun hal ini akan menyebabkan kerugian jangka pendek pada ekonomi Amerika Serikat.

“Seseorang harus berhadapan dengan China. Ini adalah sesuatu yang harus dilakukan, bedanya saya yang akan melakukannya,” ujar Donald Trump seperti dikutip melalui Reuters, pada hari Rabu, 21 Agustus 2019.

Donald Trump mengklaim bahwa China telah merugikan Amerika Serikat selama 25 tahun terakhir dan sudah saatnya Washington bertindak, meskipun hal tersebut akan berdampak pada negara dalam jangka pendek ataupun jangka panjang.

Kementerian Luar Negeri China juga sepertinya tidak mengambil pusing soal komentar tersebut.

“Isu perbedaan dalam masalah perdagangan yang dialami kedua negara bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti. Kuncinya adalah menyelesaikan masalah melalui dialog,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo juga mengungkapkan bahwa pejabat Amerika Serikat dan China diagendakan akan melakukan perbincangan melalui telepon tentang konflik perdagangan sepanjang minggu depan, selama 10 hari, diikuti dengan kemungkinan adanya pertemuan langsung.

Akan tetapi, para pakar perdagangan mengatakan bahwa prospek negosiasi yang produktif saat ini dibayangi oleh sikap Amerika Serikat yang semakin agresif terhadap China.

Melalui akun Twitternya pada hari Rabu, 21 Agustus 2019, Hu Xijin selaku pemimpin redaksi Global Times yang dikelola pemerintah, kemudian menuliskan bahwa pemerintah China membuat pengaturan untuk kemungkinan tidak akan adanya kesepakatan perdagangan yang dicapai dengan Amerika Serikat.

GRATIS EDUKASI TRADING FOREX DIDIMAX

Bank sentral China, People’s Bank of China, telah menetapkan tingkat referensi harian Yuan (CNY) lebih kuat dari yang diprediksi selama dua hari berturut-turut. Namun langkah ini ternyata gagal untuk meningkatkan sentimen investor.

Penurunan risiko secara terus-menerus menciptakan siklus aliran keluar modal dan bahkan pelemahan yang lebih tajam pada Yuan (CNY), situasi yang ingin dihindari oleh pembuat kebijakan. Pada 5 Agustus lalu, nilai tukar Yuan (CNY) melemah melewati level support kunci 7 di tengah memburuknya ketegangan perdagangan.

“Penurunan Yuan (CNY) memang harus dikendalikan, meskipun mata uang itu akan menghadapi beberapa tekanan untuk melemah saat ini,” ujar Stephen Chiu, selaku pakar strategi pertukaran mata uang asing dan kurs di Bloomberg Intelligence.

CARA DAFTAR AKUN DEMO TRADING DI DIDIMAX

didimaxforex.com

(Visited 11 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonHubungi saya disini
Shares