Hallo sahabat trader! apakah anda tahu tools analisa apa saja yang populer di Indonesia dan wajib diketahui oleh semua trader ? Yuk simak artikel berikut ini!
Analisa
Kegunaan Analisa Tools itu bermacam-macam, mulai dari mengetahui kapan saat terbaik untuk bertrading dan kapan sebaiknya menghindari pasar, hingga untuk mencari peluang-peluang bagus untuk memetik pips.Berikut tools yang populer dipakai untuk analisa forex di Indonesia :
1. Kalender Ekonomi
Kalender ekonomi merupakan tools yang paling penting bagi seorang traders.Di dalam kalender ekonomi tertera jadwal event-event pengumuman data ekonomi penting dari setiap negara, yang mana itu bisa berpengaruh pada pergerakan pair-pair mata uang.Masing-masing event akan muncul dalam Kalender Ekonomi disertai tanggal dan waktu rilis, berikut indikator berwarna apakah event itu akan berdampak kecil, menengah, atau besar.Juga akan ditampilkan angka aktual (jika sudah keluar), angka estimasi, dan angka data di periode sebelumnya.
2. Pola Candlestick
Candlestick merupakan jenis grafik paling populer untuk analisa forex dan bertrading harian.Grafik Candlestick bisa membentuk pola-pola tertentu yang bisa mengindikasikan pergerakan harga selanjutnya dengan akurasi yang cukup tinggi, Selain itu, grafik Candlestick juga lebih mudah dibaca, candlestick juga dapat memberikan sebuah sinyal Entry dan close posisi hanya dengan mengamati bentuk-bentuk dan polanya.
3. Pola Grafik (Chart Pattern)
Chart Pattern adalah suatu pola grafik harga yang terjadi secara berulang, sehingga polanya bisa digunakan untuk memprediksi kemana harga akan bergerak.Chart Pattern sangat penting dalam analisa teknikal, karena selain bisa mendeteksi arah harga, pola ini juga bisa diamati di semua timeframe, mulai dari menitan hingga bulanan.
4. Pivot Point
Pivot Point adalah salah satu cara yang banyak digunakan oleh trader untuk menentukan Support dan Resistance pada pergerakan harga. Pivot Point dibuat berdasarkan harga tertinggi (High), harga terendah (Low), dan harga penutupan (Close) pada periode sebelumnya, untuk menghasilkan estimasi level Support dan Resistance pergerakan harga di masa depan.
Pivot Point pada mulanya digunakan oleh para trader saham dan futures, tetapi sekarang sudah lazim digunakan dalam trading forex, terutama untuk jangka pendek. Yang sering digunakan adalah Pivot Point Harian, yaitu Pivot Point yang dihitung berdasarkan harga penutupan hari sebelumnya.
5. Moving Average
Moving Averagr biasanya dipakai oleh para trader untuk menyaring fluktuasi harga yang bersifat acak pada chart trading. Selain itu, Moving Average juga menjadi indikator trend following yang amat sederhana dan mudah dipakai. Mengingat fungsinya yang sangat fleksibel inilah, Open Posisi dengan Moving Average menjadi hal lumrah di kalangan trader pemula maupun trader profesional.
MA bisa ditemukan dan diaplikasikan dengan mudah pada grafik di platform trading MT4. Wujud MA berubah-ubah berdasarkan timeframe yang ditentukan, sehingga bisa dipakai untuk analisa forex bagi trading intraday, scalping, maupun swing trading.
6. Parabolic SAR
Parabolic SAR merupakan tools analisa forex teknikal yang sudah tersedia di platform trading MetaTrader4 (MT4). Jika sudah diterapkan, maka akan muncul berupa titik-titik di bawah dan di atas harga yang sedang berjalan. Titik-titik akan muncul di bawah harga bila pergerakan tren-nya naik, dan muncul di atas harga bila pergerakan tren-nya turun. Dengan begitu, sinyal trading terbentuk ketika posisi titik berpindah.
Parabolic SAR cukup praktis dan tepat untuk digunakan pada timeframe berapapun di bawah Daily. Karena itu, banyak juga trader membuat sistem trading berdasarkan variasi Parabolic SAR yang sudah dihaluskan ataupun memasangkannya dengan tools analisa forex lainnya. Kata SAR sendiri merupakan singkatan dari Stop And Reverse. Istilah ini juga menjadi fungsi dasar dari indikator Parabolic SAR sebagai penanda tempat berhenti dan berbaliknya arah Market.
7. MACD dan Stochastic
Pada dasarnya, fungsi MACD dan Stochastic sebagai tools analisa forex sama, yaitu untuk secara optimal mendeteksi peluang trading saat harga bergerak pada kisaran tertentu saja (ranging/sideways). Ini berlawanan dengan tools analisa forex umumnya yang berfungsi lebih baik di pasar trending ketimbang ranging. Keduanya dapat ditemukan dan dipasang dengan mudah di platform trading MetaTrader4 (MT4).
8. Relative strength Index (RSI)
Indikator RSI ini hampir mirip dengan Indikator Stochastic,RSI bisa membantu Anda untuk memperkirakan keadaan overbought dan oversold. Pasar dianggap overbought jika RSI berada di bawah 30, dan dianggap overbought bila RSI berada di atas 70.Pada umumnya RSI digunakan untuk mencari sinyal buy dan sell, seperti halnya indikator yang lain. Sinyal sell dicari ketika RSI sudah memasuki area overbought, sebaliknya sinyal buy dicari ketika RSI sudah memasuki area oversold.Konfirmasi sinyal sell adalah ketika RSI turun dari area overbought dan berada di bawah 70. Sedangkan konfirmasi buy adalah ketika RSI naik dari area oversold dan berada di atas 30.
RSI tidak seagresif stochastic. RSI termasuk indikator yang jarang memunculkan sinyal buy atau sell. Oleh sebab itu RSI mungkin tidak cocok bagi trader yang agresif, yaitu trader yang ingin melakukan transaksi sebanyak dan sesering mungkin.
9. Pemantau Sentimen Pasar (Rasio Jual/Beli)
Karena pasar forex bersifat OTC (Over The Counter) dan tidak terpusat, maka tak ada penyedia rasio jual/beli di seluruh dunia secara menyeluruh. Pun, tak semua broker menyediakan data sentimen pasar seperti ini. Alternatifnya, bagi trader yang ingin tahu tentang sentimen pasar secara mingguan, bisa menengok data Commitment of Trader (COT) yang dikeluarkan oleh lembaga CFTC AS setiap hari Sabtu pagi. Ini bisa bermanfaat dalam merencanakan analisa forex untuk bertrading di pekan berikutnya.
10. Pemantau Volatilitas Forex
Indikator volatilitas sering digunakan untuk mengukur suatu tingkat pergerakan harga yang relatif dinamis. Dalam hal trading, ia digunakan sebagai penanda naik atau turunnya harga. Jika harga pasar bergerak naik dan turun secara “liar” dalam waktu yang singkat, ini disebut dengan volatilitas tinggi. Dan bila harga tidak begitu sering mengalami perubahan, maka disebut volatilitas rendah.







