Dolar New Zealand Melemah Tertekan Laporan Ketenagakerjaan

Dolar New Zealand Melemah Tertekan Laporan Ketenagakerjaan

Pada perdagangan pasar valuta asing sesi kawasan Asia hari ini 06 Oktober 2019, Dolar New Zealand (NZD) cenderung melemah. Hal ini disebabkan laporan ketenagakerjaan yang lebih buruk dibandingkan dengan estimasi awal.

Saat berita ditulis, pasangan mata uang NZDUSD terperosok di kisaran level 0.6375 mendekati level terendah selama sepekan. Pasangan mata uang AUDNZD juga mempertahankan posisi tertinggi selama sepekan pada kisaran level 1.0820.

KELAS EDUKASI GRATIS DIDIMAX

Namun, saat ini Dolar Kiwi juga ditopang oleh kabar baik tentang kesepakatan dagang Amerika Serikat-China, sehingga para pelaku pasar masih ragu-ragu untuk melakukan aksi jual yang lebih gencar.

Badan Statistik New Zealand melaporkan bahwa perubahan ketenagakerjaan (Employment Change) hanya meningkat sebesar 0.2 persen Quarter-over-Quarter pada kuartal III/2019. Pencapaian ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan prestasi sebelumnya sebesar 0.8 persen pada kuartal kedua, serta melenceng dari estimasi awal yang dipatok pada angka 0.3 persen.

Dalam laporan ketenagakerjaan yang sama, terungkap pula bahwa tingkat pengangguran meningkat drastis, yang awalnya dari 3.9 persen menjadi 4.2 persen. Padahal, para pelaku pasar sebelumnya mengantisipasi bahwa kenaikan pengangguran hanya sampai 4.1 persen saja. Hal ini sontak saja mengubah proyeksi kebijakan dari bank sentral New Zealand (RBNZ).

https://www.youtube.com/watch?v=r7x6ghRDtkQ

Terlepas dari data domestik tersebut, posisi Dolar New Zealand (NZD) dan mata uang-mata uang komoditas lain masih ditopang oleh prospek tercapainya kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dengan China dalam waktu dekat. China merupakan destinasi ekspor utama bagi New Zealand, sehingga pemulihan ekonominya akan berdampak positif dan mengentaskan kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global.

Kemarin, Bloomberg melaporkan bahwa China bersedia untuk mengatur perjalanan Presiden Xi Jinping ke Amerika Serikat untuk menandatangani kesepakatan dagang fase-1. Berita ini dirilis hampir bersamaan dengan laporan Financial Times yang menyebutkan bahwa Gedung Putih sedang mempertimbangkan untuk mencabut tarif impor yang sebelumnya akan diterapkan bagi produk China tertentu.

Menanggapi kedua berita tersebut, para investor dan trader sontak melakukan aksi jual pada mata uang safe haven dan membeli Dolar Komoditas seperti Dolar Kanada (CAD), Dolar Australia (AUD), dan Dolar New Zealand (NZD).

EDUKASI TRADING FOREX GRATIS

didimaxforex.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *