Rupiah dibuka menguat 0,33% ke Rp 14.623 per dolar AS Pada Selasa (25/8)

Senin Pagi, Dolar AS Melemah terhadap Yen, Euro dan Pound Oleh ...

Kurs rupiah di pasar spot berhasil lanjutkan penguatan di awal perdagangan hari ini. Selasa (25/8), rupiah dibuka di level Rp 14.623 per dolar Amerika Serikat (AS).

Dengan posisi ini, rupiah pun berhasil menguat 0,33% dibanding penutupan hari sebelumnya di Rp 14.671 per dolar AS. Hal ini pun membuat rupiah berhasil menjadi mata uang dengan penguatan tertinggi di kawasan.

Hingga pukul 09.00 WIB, seluruh mata uang di Asia berada di zona hijau. Won Korea berada satu tingkat di bawah rupiah setelah menguat 0,27% terhadap the greenback.

Disusul, peso Filipina yang naik 0,25% dan dolar Taiwan yang menanjak 0,22%. Berikutnya ada ringgit Malaysia yang terkerek 0,17%.

Diikuti, dolar Singapura yang terapresiasi 0,24%. Kemudian yuan China berhasil terangkat 0,10% serta yen Jepang yang menguat 0,09%.

Selanjutnya ada baht Thailand yang naik tipis 0,006% di pagi ini. Sedangkan dolar Hong Kong masih bergerak stabil terhadap dolar AS.

Rupiah mengawali perdagangan pekan ini dengan kinerja yang baik. Pada Senin (24/8), di pasar spot, rupiah berhasil ditutup di level Rp 14.671 per dolar Amerika Serikat (AS).

Dengan demikian rupiah berhasil menguat 0,69% dibandingkan level terakhirnya di Rp 14.773 per dolar AS pada Rabu (19/8).

Sementara di kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah justru melemah. Mata uang Garuda ini tercatat terdepresiasi tipis 0,05% ke level Rp 14.794 per dolar AS.

Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo mengatakan penguatan rupiah hari ini masih didorong sentimen surplus neraca perdagangan Indonesia. Sentimen ini dinilai memberikan ekspektasi akan stabilnya pergerakan rupiah.

“Kalau untuk perdagangan Selasa (25/8), rupiah ada kecenderungan untuk kembali menguat walau secara terbatas. Sentimen pendorongnya akan datang dari rencana pemerintah yang akan melelang surat utang negara (SUN) pada esok hari,” kata Sutopo kepada Kontan.co.id, Senin (24/8).

Setali tiga uang, Head of Economics Research Pefindo Fikri C Permana juga menilai sentimen penggerak rupiah pada Selasa adalah jalannya lelang SUN. Fikri menyebut spread yield SUN dan US Treasury akan jadi faktor utama bagi pergerakan rupiah.

“Jumlah penawaran yang masuk pada lelang akan tampaknya akan menjadi pendorong rupiah. Jika lelang besok ramai, rupiah diperkirakan masih akan melanjutkan penguatan,” jelas Fikri.

Fikri memproyeksikan rupiah pada Selasa akan diperdagangkan pada rentang Rp 14.530 – Rp 14.730 per dolar AS. Sementara Sutopo memperkirakan rupiah akan berada di kisaran Rp 14.600 – Rp 14.650 per dolar AS.

(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *