KENAIKAN EMAS KARENA KETIDAKPASTIAN EKONOMI

Suara.com – Harga emas melonjak pada perdagangan akhir pekan lalu. Kenaikan harga ini seiring rekor meningkatnya infeksi virus corona di Amerika Serikat yang memicu ketidakpastian tentang pemulihan ekonomi.

Mengutip CNBC, Senin (20/7/2020) emas di pasar spot naik 0,7 persen ke harga 1.809,86 dolar AS per ons dan telah naik 0,6 persen sejauh minggu lalu.

Sedangkan emas berjangka AS naik 0,7 persen pada level 1.811,90 dolar AS per ounce.

Amerika Serikat memecahkan rekor harian untuk infeksi corona virus, mendorong beberapa negara untuk memberlakukan lockdown, sementara jumlah kasus global mencapai 13,89 juta.

Kenaikan tajam paket stimulus global untuk melindungi ekonomi dari dampak pandemi corona virus juga telah mendorong harga emas safe-haven naik 19,3 persen sepanjang tahun ini.

Sementara itu harga paladium naik 1,75 persen menjadi 2.031,37 dolar AS per ons. Platinum naik 1,3 persen menjadi 834,91 dolar AS per ons.

Perak naik 0,8 persen menjadi 19,32 dolar AS per ounce dan menuju kenaikan mingguan keenam beruntun.

Setelah terus tertekan dalam sepekan terakhir, nilai tukar rupiah berpeluang menguat pada perdagangan Senin (20/7).

Seperti diketahui, pada akhir perdagangan Jumat (17/7), rupiah ditutup melemah 0,53% ke Rp 14.703 per dolar Amerika Serikat (AS). Dengan demikian, dalam sepekan, rupiah di pasar spot telah melemah 1,86%.

Tak berbeda jauh, rupiah di kurs tengah Bank Indonesia (BI) juga ambles 1,01% ke level Rp 14.780 per dolar AS. Sehingga di kurs tengah BI itu, rupiah telah terkoreksi 1,92% di pekan yang berakhir 17 Juli 2020.

sumber:suara.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *