Akibat Ancaman Donald Trump Dolar AS Melemah

Akibat Ancaman Donald Trump Dolar AS Melemah

Hallo teman-teman trader! Akibat Ancaman Donald Trump Dolar AS Melemah terhadap Yen Jepang (JPY) ke tingkat terendah selama lima minggu terakhir saat perdagangan pasar valuta asing di hari Selasa, 7 Mei 2019.

Pada akhir perdagangan di hari Senin waktu setempat (Selasa WIB), nilai tukar Dolar Amerika Serikat (USD) melemah ke tingkat terendah lima minggu terakhir terhadap Yen Jepang (JPY) dan jatuh terhadap sejumlah mata uang lainnya. Kondisi ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa ia akan secara tajam menaikkan tarif barang-barang Tiongkok pada pekan ini.

PUSAT EDUKASI TRADING FOREX DIDIMAX

Indeks USD, yang mengukur mata uang AS terhadap sejumlah enam mata uang utama saingannya, sedikit berubah pada kisaran 97,527. Sedangkan terkait permasalahan ancaman yang di lontarkan oleh Donald Trump tentu berisiko menggagalkan pembicaraan perdagangan antara Washington dan Beijing.

Pada hari Senin, 6 April kemarin, Donald Trump mengomentari Tiongkok atas praktik perdagangannya dengan mengatakan bahwa Amerika Serikat kehilangan miliaran dolar akibat perdagangan bersama Tiongkok. Komentar tersebut menyusul ancaman akhir pekannya untuk menaikkan tarif impor senilai USD200 miliar dari Tiongkok.

Adapun ancaman tersebut dilontarkan saat perbincangan sedang berlangsung antara Washington dan Beijing seperti yang dijadwalkan akan berlanjut pada minggu ini. Di hari Jumat 3 Mei lalu, Donald Trump telah mengutip kemajuan dalam perbincangan perdagangan dan memuji hubungannya dengan Presiden Tiongkok yaitu Xi Jinping.

Kepala Strategi Valas Amerika Utara di TD Securities di Toronto yaitu Mark McCormick berkata bahwa “Berita utama pada akhir pekan adalah pengingat bahwa bom-bom geopolitik terus-menerus mengintai di bawah permukaan,” ujarnya.

Dia juga curiga bahwa komentar yang dilontarkan oleh Donald Trump dirancang untuk mempercepat pengambilan keputusan dengan harapan menyelesaikan kesepakatan. Ketegangan perang dagang yang meningkat antara Washington dan Beijing secara umum mendukung Dolar Amerika Serikat (USD) karena para investor memandang bahwa Amerika Serikat dalam kondisi yang lebih baik dari para pesaingnya untuk menghadapi perang perdagangan.

Saat ini dolar Amerika Serikat melemah sebesar 0,2 persen terhadap Yen Jepang (JPY) menjadi 110,88 Yen, yang cenderung menguntungkan selama adanya tekanan geopolitik atau finansial karena Jepang adalah negara kreditor terbesar di dunia. Di awal sesi perdagangan, greenback turun ke level terendah lima minggu terakhir yakni di kisaran level 110,29 Yen.

CARA DAFTAR AKUN DEMO TRADING DI DIDIMAX

Disisi lain, sebagian besar mata uang Asia tampak lebih lemah dengan Yuan Tiongkok (CHF) terperosok hampir satu persen mendekati level terendah tahun ini, yaitu sekitar 6,80 per Dolar Amerika Serikat (USD). Peso Meksiko (MXN) dan Lira Turki (TRY) juga melemah terhadap mata uang Amerika Serikat. Selain itu, mata uang lain yang keberuntungannya terkait dengan ekonomi Tiongkok seperti Dolar Australia (AUD) dan Dolar Selandia Baru (NZD) juga menurun.

Sementara itu, Poundsterling (GBP) turun sekitar 0,6 persen menjadi 1,3101 per Dolar Amerika Serikat dan membalikkan beberapa kenaikan pada hari Jumat, 3 Mei lalu setelah Partai Buruh oposisi menuduh bahwa Perdana Menteri Theresa May membocorkan rincian kesepakatan yang sedang dibahas dan membahayakan perbincangan.

didimaxforex.com

(Visited 5 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *