APA ITU STOP LOSS TAKE PROFIT DAN TRAILING STOP DALAM FOREX

Ada banyak istilah khas Trading yang sering membingungkan para pemula. Diantaranya stop loss, take profit, dan trailing stop yang hampir pasti disebut dalam sinyal trading yang diberikan oleh siapa pun.

Ketika seorang Trader menyarankan open posisi di harga sekian, lalu pasar trailing stop sekian pips, apa maksudnya? Dan apakah kita wajib pasang stop loss dan take profit? Hal-hal seperti ini penting untuk dipahami oleh trader pemula yang ingin melakukan analisis pasar sendiri (trading manual) maupun sekedar ingin meng-copy sinyal para trader pro.

Pengertian Stop loss (SL)

Stop loss (SL) adalah sebuah order yang dipasang untuk menutup posisi trading forex secara otomatis, segera setelah posisi tersebut mengalami kerugian sebesar jumlah yang telah ditentukan. Trader memasang stop loss dengan tujuan untuk membatasi kerugian.

Semua trader sebaiknya memasang stop loss. Bukan hanya karena stop loss dapat membatasi kerugian, melainkan juga karena banyak sekali fungsi lainnya, seperti:

  1. Trader tidak perlu memantau monitor platform trading setiap saat. Cukup open posisi, lalu tinggalkan hingga mencapai profit atau terkena stop loss.
  2. Trader mampu mengantisipasi situasi pasar seperti apa pun, termasuk peristiwa tak terduga yang dapat memicu gejolak harga dalam waktu sangat singkat.
  3. Stop loss merupakan bentuk manajemen risiko paling sederhana.

Meski sangat bermanfaat, tetapi ada sejumlah trader yang sengaja menolak stop loss. Alasannya, stop loss dapat dilihat broker, sehingga dapat mengakibatkan kerugian akibat manipulasi harga. Argumen ini cukup masuk akal jika trader bergabung dengan broker bandar yang tidak teregulasi. Namun, hal ini sebenarnya tak perlu dikhawatirkan jika trader telah bergabung dengan broker forex yang teregulasi resmi.

Ada pula trader yang enggan memasang stop loss, karena ia meyakini harga hanya akan meleset sebentar saja, lalu berbalik ke arah yang telah diperkirakan sebelumnya. Apabila memasang stop loss, maka ia takut malah posisinya gagal profit. Argumen kontra seperti ini biasanya disampaikan oleh trader pemula. Di sisi lain, trader pro umumnya sudah mampu mengetahui cara memasang stop loss yang ideal sambil tetap mengutamakan manajemen risiko.

Bagaimana cara memasang stop loss yang ideal itu? Berikut ini beberapa alternatif yang dapat Anda coba:

  1. Menentukan stop loss sesuai dengan rasio risk/reward. Umpamanya trader menargetkan profit 100 pips dengan rasio risk/reward 1:2, maka stop loss harus dipasang dalam jarak 50 pips dari harga entry (open posisi).
  2. Menentukan stop loss berdasarkan harga penutupan dari candle sebelumnya.
  3. Menentukan stop loss berdasarkan level support atau resistance terakhir. Cara memasang stop loss yang satu ini membutuhkan kejelian dalam menganalisis chart. Level support dan resistance merujuk pada level di mana pergerakan harga paling mungkin untuk memantul (bounce). Stop loss untuk posisi buy harus didasarkan pada level support, sedangkan stop loss untuk posisi sell harus didasarkan pada level resistance yang berada di atas harga entry.

Pengertian Take Profit

Take Profit (TP) merupakan kebalikan dari stop loss. Take profit adalah sebuah order yang dipasang untuk menutup posisi trading forex segera setelah posisi tersebut mengalami keuntungan sebesar jumlah yang telah ditentukan. Trader memasang take profit dengan tujuan untuk mengamankan keuntungan.

Ada juga trader yang menolak memasang take profit. Alasannya, take profit dapat dilihat broker, sehingga nantinya malah gagal untung. Akan tetapi, hal seperti ini sebenarnya tak perlu dikhawatirkan jika trader telah bergabung dengan broker forex yang teregulasi resmi.

Dengan memasang take profit, trader tidak perlu lagi memelototi monitor terus menerus. Bebas capek, karena cukup open posisi lalu menutup laptop. Ketika buka laptop lagi, posisi trading kemungkinan sudah mencapai stop loss atau take profit. Jika TP belum tercapai hingga jangka waktu tertentu, trader dapat close secara manual dalam posisi perolehan pips berapa pun.

Cara memasang take profit perlu disinkronisasi dengan stop loss. Berikut ini tiga tips-nya:

  1. Menentukan take profit sesuai dengan rasio risk/reward.
  2. Menentukan take profit berdasarkan harga psikologis tertentu. Harga psikologis merupakan level-level harga bulat, seperti 1.000, 1.1100, 1.1200, dll.
  3. Menentukan take profit berdasarkan level support atau resistance terakhir. Cara memasang take profit ini membutuhkan kejelian dalam menganalisis chart. Level support dan resistance merujuk pada level di mana pergerakan harga paling mungkin untuk memantul (bounce). Take profit untuk posisi buy harus didasarkan pada level resistance, sedangkan take profit untuk posisi sell harus didasarkan pada level support yang berada di bawah harga entry.

Pengertian Trailing Stop

Apabila trader merasa stop loss dan take profit terlalu kaku, maka trailing stop dapat menjadi opsi terbaik yang lebih fleksibel. Apa itu trailing stop? Trailing stop adalah suatu tipe order di mana stop loss tidak ditentukan pada suatu level harga tertentu, melainkan terus berubah-ubah mengikuti pergerakan harga pasar.

Cara memasang trailing stop ini pada Metatrader 4 (MT4) sangat mudah. Cukup tunggu hingga posisi trading mencapai profit, kemudian klik kanan mouse pada catatan transaksi open posisi terkait. Anda akan menemukan opsi trailing stop. Selanjutnya, tentukan berapa jarak pips yang diinginkan untuk mengunci profit. Sebaiknya trader memasang trailing stop dengan jarak minimum 15 pips atau lebih tinggi, dengan tujuan untuk menghindari close posisi terlalu dini.

TEMPAT BELAJAR FOREX DI SAROLANGUN JAMBI

 

(Visited 9 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *