Hallo sahabat trader! Sudah pernah mendengar tentang Margin Call? Perlu diketahui bahwa margin call adalah hal yang paling dihindari dan ditakuti oleh kebanyakan trader. Terus, APA SAJA PENYEBAB MARGIN CALL? Kemapa hal ini sering terjadi? Yuk simak artikel ini! Akan ada pembahasan yang menarik untuk menghindari margin call.
Margin Call (MC) adalah sistem peringatan jika ekuitas akun trading sudah tidak mencukupi nilai margin yang dibutuhkan untuk membuka posisi (margin requirement). Jadi, Margin Call merupakan sebuah fasilitas broker yang memperingatkan trader jika ekuitas akun sedang terancam oleh floating loss dari posisi trading saat ini.
Apabila kerugian posisi tersebut terus bertambah dan nilai ekuitas telah berkurang jauh dari margin requirement, maka broker akan menutup sebagian posisi, sampai margin requirement kembali terpenuhi. Penutupan posisi ini disebut Stop Out. Kebanyakan trader Indonesia salah menempatkan pengertian dari Stop Out dan Margin Call. Padahal sejatinya, MC merupakan fitur penyelamat bagi trader-trader yang hampir kehabisan modal.
Lalu, Apa saja penyebab Margin Call?
1. Tidak Menggunakan TP dan SL
Tidak sedikit trader pemula tidak mempedulikan stoploss dan take profit karena mereka tidak ingin membatasi peluang profit yang ingin dicapai. Kami sarankan Anda tidak melihat stoploss sebagai pembatas peluang profit Anda melainkan sebagai pembatas loss Anda agar tidak terus membesar. Karena kita tidak bisa memprediksi dengan 100% kemana arah market, jadi kita harus membatasi kerugian juga keuntungan menggunakan TP dan SL.
2. Menggunakan Lot Besar
Memperbesar ukuran lot untuk mendapatkan peluang profit memang cara yang benar, tapi perlu diingat bahwa peluang profit berbanding lurus dengan peluang risiko yang akan Anda dapatkan. Semakin besar lot, semakin besar peluang profit sekaligus memperbesar peluang risiko.
Perlu diketahui bahwa jika Anda memiliki modal yang sedikit maka Anda harus dengan sabar menggunakan lot yang kecil juga. Hal ini bertujuan agar trading Anda lebih aman. Kebanyakan trader yang mudah MC adalah karena memiliki equity yang sedikit namun open posisi pada market dengan lot yang sangat besar.
3. Trading Asal-asalan
Manajemen risiko dan manajemen uang termasuk dalam perencaan trading. Jadi bukan hanya merencanakan strategi apa yang akan digunakan untuk open posisi saja. Menganalisis pasar tanpa sebuah perencanaan trading bisa dikatakan sia-sia karena volatilitas pasar tidak bisa dihindari. Tanpa perencanaan yang jelas, malah akan menuntun Anda pada kesalahan open posisi.
4. Terlalu Percaya Diri
Terlalu percaya diri dengan takaran yang benar memang mutlak diperlukan bagi seorang trader. Jika seorang trader tidak punya rasa percaya diri, tentu akan sulit meraih profit. Namun, Percaya diri dengan berlebih bisa membuat trader menjadi terlalu berani untuk membuka posisi, bahkan di saat analisa yang dilakukannya terkadang tidak sesuai dengan kondisi pasar. Dan hanya dengan berbekal keyakinan yang terlalu tinggi, biasanya trader akan terus memasuki market sesuai keyakinan dia, meskipun akibatnya berakhir dengan mengoleksi Floating negatif. Cepat atau lambat, terlalu percaya diri ini akan menjadi penyebab Margin Call.
Nah itulah beberapa diatas penyebab terjadinya margin call. Pahami baik baik ya sahabat trader! Karena hal ini bisa membantu Anda dalam meminimalisir loss bahkan Margin call. Raihlah profit dengan konsisten dan batasi keruigian dengan memanajemennya. Happy Trading dan Salam Profit!
https://youtu.be/hJPzPaHtqH4







