Apa Saja Sih Teknik Entry Breakout Dalam Trading Forex ?

Apa Saja Sih Teknik Entry Breakout Dalam Trading Forex ?

Mengetahui teknik Breakout dalam forex adalah cara untuk membuka peluang keuntungan yang lebih maksimal.Teknik ini lebih dari sekedar strategi Trend Following, bagaimana cara entry trading teknik ini? mari kita simak bersama.

Trend follower selalu mengamati arah dan ketentuan tren untuk mendapatkan peluang entry yang paling tepat. Kondisi pasar yang sedang trending dengan kuat adalah keuntungan yang besar.
Cara terbaik untuk memperoleh profit maksimal dari kondisi trending yang sedang kuat adalah dengan teknik Breakout.

Pada dasarnya Breakout dalam forex adalah penembusan harga dari level yang paling penting. Seperti harga tertinggi atau terendah, Support Resistance, Supply atau demand area, hingga level psikologis. Jika dibandingkan dengan cara trading Trend Following, maka ini menjadi peluang karena biasanya didorong oleh psikologi pasar yang secara universal mengakui potensi pergerakan signifikan setelah penembusan dari level penting.

Trading dengan teknik Breakout saat Downtrend atau keadaan ketika harga sedang bergerak turun yaitu dengan menentukan level support, kemudian level terendah saat ini. Apabila Downtrend sedang kuat, maka harga pasti akan membentuk level terendah agar keadaan Downtrend bisa berlanjut.
Teknik yang paling efektif untuk entry breakout pada keadaan ini adalah dengan menggunakan pending order yaitu Sell Stop atau sell dibawah harga pasar sekarang.

oleh karna itu apakah kalian tahu bahwa cara terbaik untuk memperoleh profit maksimal dari kondisi trending yang sedang kuat adalah dengan teknik Breakout?

TEMPAT BELAJAR FOREX DI MAKASSAR SULAWESI

Trading Dengan Teknik Breakout

Pada teknik Breakout saat keadaan Downtrend, pertama-tama tentukan level Support, kemudian level terendah (Low) saat ini. Apabila Downtrend sedang kuat, maka harga pasti akan membentuk level terendah baru agar keadaan Downtrend bisa berlanjut. Teknik yang paling efektif untuk Entry Breakout pada keadaan ini adalah dengan menggunakan Pending Order, yaitu Sell Stop atau sell di bawah harga pasar sekarang. Level entry (sell) harus ditentukan di bawah level terendah saat ini. Sementara untuk Breakout saat Uptrend, carilah level Resistance dan High terakhir. Kemudian gunakan Pending Order Buy Stop untuk membuka Order buy di atas harga sekarang. Agar lebih teliti, Anda bisa menggunakan Time Frame lebih rendah.

Awas Jebakan False Breakout

Walaupun teknik Breakout dalam forex sangat menjanjikan, bukan berarti tidak ada risiko yang perlu diwaspadai. Setiap strategi selalu ada kelemahan yang perlu diperhitungkan, begitu pula dengan teknik Breakout ini. Banyak trader yang merasa tertarik dengan teknik Breakout dalam forex sering tertipu dengan False Breakout, yaitu ketika harga sudah menembus suatu level penting tapi kemudian justru berbalik arah dan tidak melanjutkan penembusan.


Inilah mengapa, menempatkan Pending Order dengan cara entry trading yang tepat sangat penting. Alasan ini pulalah yang menyebabkan trader konservatif tidak suka menempatkan entry terlalu dekat dengan Low terakhir. Dalam hal ini, cara entry trading dengan Support harga berikutnya cukup bisa mengeliminasi jebakan False Breakout dalam forex, karena area tersebut merupakan kisaran penting yang sulit ditembus oleh sekedar pergerakan korektif, atau ketika harga tidak didukung oleh momentum kuat.

Risiko yang perlu diwaspadai

Adapun jebakan False Breakout. Walaupun teknik Breakout dalam forex sangat menjanjikan, bukan berarti tidak ada risiko yang perlu diwaspadai. Banyak trader yang merasa tertarik dengan teknik Breakout dalam forex namun sering tertipu dengan False Breakout, yaitu ketika harga sudah menembus suatu level penting tetapi kemudian justru berbalik arah dan tidak melanjutkan penembusan.
Ada cara alternatif untuk menghindari risiko False Breakout, diantaranya adalah:

  1. Lihat pada Time Frame yang lebih besar. Jika Breakout juga terjadi di Time Frame lebih besar, maka validitas Breakout akan lebih terkonfirmasi.
  2. Konfirmasi dengan Price Action. Perhatikan pola candlestick apa yang terbentuk di level penting yang berusaha ditembus harga. Jika candle membentuk pola reversal seperti Pin Bar, Doji, Engulfing, dan Three Inside (formasi-formasi dalam pola Bull Trap), maka sebaiknya persiapkan cara entry trading dengan strategi reversal atau tidak masuk pasar sama sekali. Untuk bisa entry dengan teknik Breakout, konfirmasi dengan bentuk dan warna candle yang searah terhadap arah Breakout-nya. Jika Breakout ke atas berarti tunggu sampai terbentuk 2-3 candle bullish yang Close di atas Resistance. Begitupun sebaliknya untuk Breakout ke bawah, bisa dikonfirmasi dengan beberapa candle bearish di bawah Support.
  3. Gunakan indikator pembantu. Tak ada salahnya memanfaatkan sinyal indikator untuk mengantisipasi False Breakout. Anda justru bisa memanfaatkan kegunaan indikator untuk menampilkan grafik yang mewakili perhitungan matematis dari pergerakan harga di masa lalu. Jenis indikator yang bisa membantu Anda untuk menghindari False Breakout adalah Oscillator (RSI, Stochastic, CCI, MACD, dsb) dan ADX; Oscillator karena bisa memperlihatkan momentum, ADX karena indikator ini dapat menunjukkan kekuatan tren. Prinsipnya mudah, apabila momentum atau kekuatan tren naik, maka harga masih memiliki dorongan untuk melanjutkan tren. Namun apabila momentum atau kekuatan tren terlihat melemah, maka sebaiknya jangan pertimbangkan untuk mengolah cara entry trading dengan teknik Breakout, sekalipun harga terlihat akan menembus suatu level penting.

Dengan melewatkan satu atau dua peluang yang terlihat meragukan akan lebih baik daripada mengambil semua peluang yang akurasinya tidak stabil. Anda tetap harus mematuhi dan menetapkan batasan-batasan tertentu dalam mengambil singal Breakout dalam forex, jika menginginkan hasil trading yang konsisten.PENTINGNYA UNTUK TIDAK ASAL PILIH BROKER TRADING

(Visited 3 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *