AS- TIONGKOK DIAMBANG PERANG DINGIN

AS- TIONGKOK DIAMBANG PERANG DINGIN

Sejak Presiden AS Donald Trump meminta China bertanggung jawab atas penyebaran virus corona, hubungan AS- TIONGKOK DIAMBANG PERANG DINGIN.

Perang Dingin AS-CHINA

Para pelaku market khawatir dengan dinamika hubungan diplomatik antara Amerika dan China.

Selain meminta pertanggungjawaban atas penyebaran virus corona, AS juga mengambil ancang-ancang untuk memperluas cakupan tekanan terhadap China ke bidang ekonomi. Akhir pekan lalu, Kementerian Perdagangan AS memasukkan 33 nama perusahaan China ke daftar hitam. Artinya, individu maupun korporasi AS dilarang berbisnis dengan mereka.

Relasi AS-China kini bak api dalam sekam. Panas di permukaan, membara di bawah tanah. Pelaku pasar (dan dunia) khawatir AS-China akan masuk ke fase Perang Dingin seperti saat Amerika bersaing dengan Uni Soviet untuk menentukan siapa yang nomor satu. Tanda-tanda ke arah sana bahkan semakin nyata dikala Menteri Luar Negeri China Wang Yi menegaskan ada permainan politik yang coba membuat kedua negara memasuki Perang Dingin.

“Beberapa kekuatan politik di AS mencoba menyandera hubungan AS dan China dan mendorong kedua negara menuju Perang Dingin yang baru. AS sepertinya telah terjangkit virus politik, tetapi China akan terbuka dengan upaya internasional untuk mencari penyebab penyebaran virus corona”, pungkas Wamg Yi

Perang Dingin tentu bukan kabar baik bagi perekonomian dunia. Globalisasi akan terganggu, membuat dunia tersekat-sekat di antara dua kekuatan besar, sehingga arus perdagangan, investasi, bahkan mobilitas manusia bisa terpengaruh. Padahal dunia yang terbuka adalah kunci untuk mencapai kesejahteraan karena tidak adanya hambatan membuat kemajuan menjadi seolah tanpa batas.

https://www.youtube.com/watch?v=dkQhe8BT-Os

Namun sekarang ada ancaman terjadinya Perang Dingin. Belum lagi masih ada ‘huru-hara’ yang ditimbulkan oleh virus corona.

Tingginya risiko di pasar membuat investor memilih untuk bermain aman dan enggan masuk ke pasar keuangan negara-negara berkembang di Asia.

Resesi Jerman

Dilain sisi , Biro Pusat Statistik Jerman mengumumkan ekonomi pada kuartal I-2020 terkontraksi (tumbuh negatif) -2,2% secara kuartalan. Ini merupakan pencapaian terburuk sejak krisis keuangan global, sekaligus membawa Jerman ke jurang resesi teknikal karena pada kuartal sebelumnya juga terjadi kontraksi -0,1%.

Jerman merupakan perekonomian terbesar di Eropa. Runtuhnya ekonomi Jerman sangat mungkin membawa Eropa jatuh ke jurang resesi.

sumber :cnbc.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *