BAGAIMANA CARA MEMBACA CANDEL STICK UNTUK PEMULA ?

BAGAIMANA CARA MEMBACA CANDEL STICK UNTUK PEMULA ?

 

Candlestick  merupakan sistem yang sangat kompleks dan terkadang sulit dipahami. Setiap candlestick mewakili waktu tertentu, yang populer biasanya kerangka waktu 1 menit dan 5 menit.

Jika menggunakan kerangka waktu 5 menit, setiap candlestick akan menunjukkan harga tinggi, rendah, buka dan tutup. Periode 5 menit akan menunjukkan arah harga bergerak selama waktu itu.

Setelah lima menit, maka candlestick baru akan muncul. Ada beberapa strategi trading dengan candlestick yang umum digunakan oleh pedagang, diantaranya sebagai berikut:

Dasar Cara Membaca Candlestick

  1. Harga Buka (open price)
    Open mewakili harga pertama yang diperdagangkan pada time frame tertentu, ditunjukkan oleh bagian atas atau bawah tubuh. Jika harga tren naik maka candlestick akan berwarna hijau, dan jika harga turun maka akan menunjukan candlestick berwarna  merah.
  2. Harga tertinggi (highest price)
    Pada harga tertinggi akan ditunjukkan oleh bagian atas ekor yang terjadi di atas tubuh, yang disebut ekor atas. Jika pembukaan adalah harga tertinggi selama kerangka waktu maka tidak akan ada ekor atas.
  3. Harga terendah (lowest price)
    Rendah menunjukkan harga terendah yang diperdagangkan selama time frame tertentu, ditunjukkan oleh bagian bawah ekor yang terjadi di bawah tubuh, yang disebut ekor lebih rendah. Jika harga open adalah harga terendah, maka tidak akan ada ekor yang lebih rendah.
  4. Harga Terkini (Close/Current Price)
    Harga close adalah harga terakhir atau harga terbaru yang diperdagangkan pada time frime tertentu.

contoh candlestick

Akan muncul pola-pola tertentu saat kita membaca candlestick (doji, marubozu, spinning tops, dsb). Pola-pola candlestick tersebut sebenarnya terbentuk dari “pertempuran” antara buyer-seller, di mana harga close menunjukkan kondisi terakhir dibandingkan harga open, dari situlah terbentuk body (badan) dari candlestick.

Sedangkan harga tinggi dan rendah membentuk shadow pada candlestick. Disini, panjangnya shadow menentukan seberapa kuat salah satu pihak berusaha mendorong harga. Bila lower shadow panjang, artinya seller berusaha keras untuk menjatuhkan harga. Sebaliknya, jika upper shadow panjang berarti buyer sedang berupaya menaikkan harga.

Nah, dari panjangnya shadow tadi bisa kita bandingkan dengan body-nya untuk mengetahui seberapa kuat salah satu pihak melawan pihak lain. Misalnya pada setup pin bar, umumnya price action setup tersebut digunakan untuk menandakan kontinuitas atau reversal suatu trend.

Setelah mengetahui cara membaca candlestick kita bisa tahu bagaimana strategi trading dengan pola candlestick yang bisa digunakan. Setiap hari perdagangan cryptocurrency terjadi downtren dan uptren, perhatikan pola candlestick. Jangan sampai salah menilai, resikonya bisa terjun bebas.

(Visited 4 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonHubungi saya disini