Berikut berita mengenai forex hari ini – Negosiasi perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia makin berlarut-larut dimana China masih meminta AS untuk menurunkan tarif sebagai bagian dari perjanjian fase satu.
Juru bicara Kementerian Perdagangan China Gao Feng pada konferensi pers mingguan mengatakan bahwa, “Perang dagang dimulai dengan menambahkan tarif, dan harus diakhiri dengan membatalkan tarif tambahan ini. Ini adalah kondisi penting bagi kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan”.
“Jika kedua belah pihak mencapai perjanjian fase satu, maka tingkat pengembalian tarif sepenuhnya akan mencerminkan pentingnya perjanjian fase satu,” tambah Gao yang dicatat delegasi perdagangan kedua negara sedang dalam konsultasi mendalam mengenai masalah ini.
Ketegangan perdagangan dua negara tersebut telah berlangsung selama lebih dari setahun, dengan masing-masing negara menetapkan tarif barang senilai miliaran dolar dari yang lain.
Sekarang, China dan AS sedang dalam proses menutup apa yang disebut kesepakatan “fase satu” untuk mengatasi beberapa poin ketidaksepakatan.
Presiden China dan Presiden AS direncanakan akan bertemu pada pertengahan November di KTT Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik di Santiago, namun Chili membatalkan acara tersebut pada akhir Oktober diakibatkan kerusuhan domestik.
Gao Feng tidak secara khusus merespon komentar dari Trump Jumat lalu jika ia tidak setuju untuk menghilangkan tarif pada produk-produk Cina. Juru bicara Kementerian Perdagangan tersebut juga tidak secara langsung mengomentari laporan berita jika tantangan untuk mencapai kesepakatan perdagangan yaitu kesungkanan China untuk memasukkan jumlah pembelian pertanian AS secara tertulis.
https://www.youtube.com/watch?v=HgzdXfH06TA
Data dan bukti anekdotal memperlihatkan bisnis dari kedua negara sudah mencoba berbagai cara untuk mengatasi tarif. Bagi beberapa perusahaan di Amerika, mengalihkan produksi atau sumber impor merupakan pilihan.
Nick Marro yang merupakan pemimpin perdagangan global di The Economist Intelligence Unit, mengatakan pada emailnya Kamis, yaitu, “Dari perspektif regional, kami telah melihat peningkatan besar-besaran dalam ekspor yang ditujukan ke AS dari pasar seperti Vietnam dan Taiwan.”
“Namun, tidak mungkin bahwa ekonomi mana pun mempunyai kapasitas produksi yang ada untuk sepenuhnya menjelaskan cerita itu, yang menunjukkan jika pengiriman-kapal mungkin memainkan peran,” tambahnya.






