DOLAR AMERIKA SERIKAT MENGUAT RABU PAGI WIB

DOLAR AMERIKA SERIKAT MENGUAT RABU PAGI WIB

Kurs USD menguat pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB) ditopang rekor kenaikan penjualan ritel AS pada Mei.

Dalam perdagangan sore, indeks dolar naik 0,5% pada 97,019, dengan euro turun 0,5% menjadi USD1,1262.

Greenback sementara itu sedikit berubah terhadap yen di 107,29 yen, memangkas kenaikan awal. US Dollar Index naik tipis 0,08% di 97,015 menurut data Investing.com sampai pukul 09.52 WIB. GBP/USD turun 0,21% di 1,2548, AUD/USD melemah 0,30% di 0,6864 dan NZD/USD turun 0,16% ke 0,6437. Sementara rupiah USD/IDR naik 0,35% ke 14.040,0 per dolar AS hingga pukul 09.53 WIB.

Data penjualan ritel AS ini naik setelah penurunan dua bulan berturut-turut yang memperkuat keyakinan bahwa hal terburuk akan berakhir di ekonomi terbesar dunia tersebut.

Melansir Reuters, Jakarta, Rabu (17/6/2020), data penjualan ritel AS mengikuti laporan awal bulan ini yang menunjukkan bahwa ekonomi AS menciptakan 2,5 juta pekerjaan tak terduga pada Mei.

Namun, Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell mengapus beberapa harapan ketika menggambarkan ekonomi AS agak suram setelah pandemi virus corona berakhri. Akan tetapi pernyataan itu tidak menghentikan dolar dari reli, karena komentarnya mendukung daya tarik mata uang safe-haven.

Dalam dua hari pertama audiensi dengan anggota parlemen AS, Powell mengatakan ada ketidakpastian signifikan tentang waktu dan kekuatan pemulihan ekonomi AS.

“Powell terdengar sangat negatif di sini. Saya pikir dia realistis, ” pedagang mata uang di Tempus Inc di Washington kata Juan Perez.

“Dolar AS memperoleh sedikit kenaikan di sini hanya karena ketidakpastian yang disebutkan Powell. Sepertinya para pejabat moneter sedang mempersiapkan resesi yang lebih lama untuk ekonomi AS,” sebutnya.

Menurut laporan yang dilansir Reuters Rabu (17/06) pagi, Cina meningkatkan pembatasan ketat terhadap orang yang akan meninggalkan ibukota pada Selasa kemarin. Langkah ini diambil untuk menghentikan penyebaran covid-19 yang paling serius sejak bulan Februari ke kota-kota dan provinsi lain.

Korea Utara pada Selasa meledakkan kantor penghubung bersama Korea Selatan yang didirikan di kota perbatasan pada tahun 2018. Sementara pihak tentara India mengatakan 20 prajuritnya tewas dalam bentrokan dengan pasukan Cina di lokasi sengketa perbatasan di barat Himalaya.

Data penjualan ritel AS melonjak 17,7% di bulan lalu pada Selasa, melampaui perkiraan median ekonom untuk kenaikan 8,0%.

Meski demikian, Ketua The Fed Powell mengisyaratkan sikap hati-hati dalam kesaksiannya di Kongres AS. Ia mengatakan pemulihan penuh ekonomi AS tidak akan terjadi sampai rakyat Amerika yakin bahwa epidemi covid-19 telah dikendalikan.

Sumber: https://economy.okezone.com/read/2020/06/17/320/2231371/dolar-as-menguat-meski-bos-the-fed-pesimistis?page=2, https://id.investing.com/news/forex-news/dolar-as-menguat-dipicu-kenaikan-penjualan-ritel-di-amerika-serikat-1994587

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *