Dolar Amerika Serikat melanjutkan tren penguatan terhadap sebagian besar mata uang utama pada Rabu pagi, setelah imbal hasil obligasi Amerika Serikat melonjak dan ketakutan yang semakin mendalam terhadap covid-19 mendorong perebutan mendapatkan greenback.
Dolar AS bergerak menguat terhadap yen USD/JPY dan melanjutkan tren kenaikan terhadap mata uang lain pada Selasa (17/03).lansir dari Reuters Selasa (17/03) petang, likuiditas pasar kini terus mengetat dan investor masih risau setelah langkah-langkah terpadu yang dikeluarkan oleh bank-bank sentral gagal memadamkan rasa takut atas pandemi virus covid-19.
Keduanya jauh di bawah level sepekan lalu karena investor menjual apa saja untuk mendapatkan dolar dan bisnis berusaha menarik pinjaman dan menimbun uang tunai untuk keluar dari krisis, menurut berita yang dilansir Reuters Rabu (18/03) pagi.
cemasan para investor dan trader gegara merebaknya krisis virus Corona telah mengakibatkan kejatuhan bursa ekuitas global. Situasi ini berdampak pula pada pasar valuta asing. Mata uang-mata uang yang tahun lalu berbunga tinggi seperti Dolar Australia dan Dolar Kanada mengalami pelemahan. Sedangkan mata uang berbunga negatif seperti Yen Jepang dan Franc Swiss justru berhasil berkelit dari depresiasi.
“Itu semua dipicu kekurangan dolar AS,” kata Gunter Seeger, wakil presiden senior PineBridge Investments di New York.
Dislokasi di pasar obligasi AS, yang menjadi tempat imbal hasil utang pemerintah berputar-putar selama sepekan terakhir, menggambarkan keputusasaan untuk mendapatkan uang tunai, bahkan setelah Federal Reserve AS memompa likuiditas ke dalam sistem.
Pejabat Federal Reserve sedang mempertimbangkan langkah-langkah tanggapan selanjutnya untuk menghadapi dampak wabah covid-19, dan beberapa mendesak pembahasan bagaimana bank sentral dapat membantu bisnis kecil dan menengah, kata pembuat kebijakan pada hari Selasa.
“Pada tahap ini semuanya sudah di atas meja. Pekerjaan terus berlanjut,” kata Presiden Federal Reserve Atlanta Raphael Bostic, hanya beberapa jam setelah The Fed memulai kembali program pinjaman utama untuk memastikan perusahaan besar bisa mendapatkan pinjaman jangka pendek yang digunakan untuk membayar upah dan membeli persediaan.
Langkah selanjutnya yang mungkin dilakukan, kata Bostic, bisa menjadi dimulainya kembali program lain yang diluncurkan selama krisis keuangan 2007 hingga 2009, seperti Term Auction Facility yang memperluas kemampuan bank meminjam dari The Fed.
“Orang-orang sangat, sangat gugup,” kata Seeger. “Semua orang gugup tentang virus, tentang harga minyak, tentang pekerjaan mereka, tentang segalanya.”
Sementara covid-19 terus menyebar, dan banyak negara menerapkan pembatasan sosial yang ketat guna membendung wabah tersebut.
Korban kematian global sudah di atas 7.800, sementara jumlah kasus mendekati 200.000 dan dampak ekonomi akibat penguncian global meningkat.
Imbal hasil obligasi AS 10-tahun melonjak 34 basis poin lebih tinggi semalam, kenaikan satu hari terbesar sejak 2004.
Imbal hasil yang lebih tinggi juga menambah daya tarik untuk memiliki dolar, di tengah tanda-tanda meningkatnya pasokan – terutama di luar negeri.
Profit Konsisten Didimax
sumber: investing.com





