Dolar AS Masih Tetap Bertahan

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) hari ini terhadap rupiah berada di level Rp 14.507. Mata uang Paman Sam tak banyak bergerak dibandingkan kemarin dan Senin.

Demikian dikutip dari Reuters, Rabu (29/7/2020).

Sedangkan dilihat dari data RTI, dolar AS pagi ini berada di level Rp 14.454. Dolar AS berada di level tertingginya pada Rp 14.473 dan terendah di Rp 14.401.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka negatif. IHSG melemah 17 poin ke level 5.095.

IHSG pada pembukaan sempat menyentuh level tertinggi di 5.115 dan terendah di 5.112.

Kemudian bursa Amerika Serikat (AS) ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 26.379,28 (-0,77%), NASDAQ ditutup 10.402,09 (-1,27%), S&P 500 ditutup 3.218,44 (-0,65%).

Dolar AS Melaju ke Rp 15.000, Ini 3 Faktanya.

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat dalam beberapa pekan terakhir. Mata uang Paman Sam itu sudah makin dekat level Rp 15.000.

Berikut fakta-fakta penguatan the greenback:

1. Sudah Mendekati Rp 15.000
Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah terus menguat hingga siang ini. Mengutip data perdagangan Reuters, Senin (20/7/2020), nilai tukar dolar AS kini ada di level Rp 14.830.

Angka tersebut tercatat sudah menguat 210 poin (1,4%) pada perdagangan hari ini. Hingga siang tadi, dolar AS tercatat bergerak di rentang Rp 14.765-14.830.

2. Rupiah Sudah Melemah 3,5% Sejak Awal Tahun
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menjelaskan, catatan BI rupiah sejak awal tahun hingga saat ini tercatat sudah melemah 3,57%. Namun itu terjadi juga terhadap mata uang negara berkembang lainnya.

“Memang belakangan ini nilai tukar di negara emerging market bukan hanya Indonesia juga terus mengalami tekanan,” ujarnya dalam acara Kemenkeu Corpu Talk yang dilangsungkan secara virtual, Senin (20/7/2020).

Menurut data Destry mata uang negara berkembang yang paling parah pelemahannya adalah Brasil yang turun 34,43% dari awal tahun.

3. Ini Penyebabnya
Penguatan dolar AS dan pelemahan mata uang negara berkembang ini disinyalir terjadi lantaran munculnya analisa-analisa baru terkait kondisi dunia saat ini, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi. Pandemi diperkirakan akan muncul gelombang kedua sehingga dampaknya akan berlangsung lebih lama dan lebih dalam.

Dengan munculnya analisa-analisa itu membuat para pemilik modal asing khawatir. Mereka menarik uangnya di negara berkembang untuk kembali ke AS.

“Mereka menjauhi lagi instrumen atau market yang mereka anggap risikonya tinggi. Akhirnya mereka kembali lagi ke AS, beli lagi obligasi AS. Sehingga rupiah dan mata uang regional tertekan,” terangnya.

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini berada di level Rp 14.540. Dibandingkan kemarin, mata uang Paman Sam cenderung mengalami pelemahan dari Rp 14.600.
Demikian dikutip dari Reuters, Kamis (23/7/2020).

Berdasarkan data RTI, dolar AS saat ini berada di level Rp 14.572. Dolar AS melemah 79 poin (0,54%).

Mata uang Paman Sam berada di level tertingginya Rp 14.651 dan terendah di Rp 14.562.

Dolar AS cenderung melemah dibandingkan posisi kemarin. Rupiah kini berada di atas angin dengan menekan pergerakan dolar AS ke bawah Rp 14.600.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *