Dolar AS Melemah Karena Sentimen Risiko Kembali ke Pasar

Kurs dolar Amerika Serikat (USD) melemah pada akhir perdagangan pasar valuta asing hari Senin waktu setempat (Selasa WIB), karena sentimen risiko kembali ke pasar, menekan selera untuk mata uang safe-haven. Sedangkan kasus covid-19 terus melonjak dan menekan perekonomian Amerika Serikat (AS).

Mengutip Xinhua, Selasa, 15 September 2020, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,29 persen menjadi 93,0579. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1863 dari USD1,1830 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris naik menjadi USD1,2853 dari USD1,2791 pada sesi sebelumnya.

EDUKASI TRADING FOREX GRATIS
Dolar Australia naik menjadi USD0,7291 dibandingkan dengan USD0,7274. Dolar AS dibeli 105,70 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 106,11 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9078 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9096 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3178 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3193 dolar Kanada.Di sisi lain, bursa saham Wall Street berakhir lebih tinggi pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Penguatan dapat terjadi lantaran didorong oleh kebangkitan kembali pada saham-saham teknologi.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 327,69 poin atau 1,18 persen menjadi 27.993,33. Kemudian S&P 500 naik 42,57 poin atau 1,27 persen menjadi 3.383,54. Sedangkan indeks Komposit Nasdaq menguat 203,11 poin atau 1,87 persen menjadi 11.056,65.

Saham Tesla melonjak sekitar 12,58 persen, memberikan kontribusi ke pasar. Saham Tesla masih turun lebih dari 15 persen dalam sebulan pada penutupan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Saham Apple melonjak tiga persen. Saham pembuat iPhone mencatat 10,6 persen dari kerugian bulanan.

Semua 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan real estat dan teknologi masing-masing naik 2,16 persen dan 2,07 persen, memimpin kenaikan. Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS diperdagangkan lebih tinggi, dengan semua 10 saham teratas berdasarkan bobot di indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis.

Pergerakan tersebut mengikuti minggu yang bergejolak di Wall Street yang melihat Nasdaq membukukan minggu terburuk sejak Maret karena investor keluar dari sektor teknologi. Untuk pekan yang berakhir Jumat, Dow turun 1,7 persen, S&P 500 turun 2,5 persen, dan Nasdaq merosot 4,1 persen.

Edukasi dan Bimbingan Trading Forex di Didimax

(Visited 5 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *