Dolar AS Melemah ke Level Terendah Empat Bulan Terakhir

Dolar AS Melemah ke Level Terendah Empat Bulan Terakhir

Pada akhir perdagangan pasar valuta asing hari Rabu, 11 Desember 2019 ( Kamis pagi WIB ), kurs Dolar Amerika Serikat (USD) melemah ke level terendah dalam empat bulan terhadap sejumlah mata uang utama lainnya.

Pelemahan Dolar Amerika Serikat (USD) disebabkan oleh Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga stabil dan Ketua The Fed, Jerome Powell mengatakan bahwa kenaikan inflasi yang signifikan dan persisten diperlukan untuk menaikkan suku bunga.


The Fed mempertahankan suku bunga acuan dalam kisaran target 1,50 persen hingga 1,75 persen, dan komite penetapan suku bunga bank sentral Amerika Serikat mengatakan setelah pertemuan kebijakan dua hari bahwa mereka memprediksi pertumbuhan ekonomi moderat dan pengangguran rendah sampai pemilihan presiden tahun depan.

EDUKASI TRADING FOREX GRATIS

“Tekanan The Fed untuk mempertahankan lingkungan keuangan yang akomodatif akhirnya akan bermain melawan greenback,” ujar Juan Perez, pedagang mata uang senior dengan Tempus, Inc. di Washington.

Kenaikan suku bunga sebetulnya tidak terlalu dibutuhkan bila dibandingkan dengan siklus penurunan suku bunga pada pertengahan tahun 1990, Jerome Powell mengatakan pada konferensi pers. “Bar untuk kenaikan suku bunga tetap lebih tinggi dari pada bar untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut, tetapi secara keseluruhan anda melihat The Fed cukup percaya diri tentang arah ekonomi dan memperkirakan bahwa inflasi tetap berada di bawah tekanan untuk periode waktu yang lama,” uajr Karl Schamotta, kepala strategi pasar di Cambridge Global Payments di Toronto.

Indeks Dolar Amerika Serikat, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun sebesar 0,33 persen menjadi 97,095, dan merupakan level terendah sejak tanggal 9 Agustus. “Para pelaku pasar akan mengawasi pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) besok, tetapi sebagian besar akan tetap fokus pada apa yang terjadi pada hari Sabtu, 14 Desember 2019 sehubungan dengan negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat dengan China,” ujar Schamotta.

https://www.youtube.com/watch?v=qLz84K2oTh0

Presiden Amerika Seriokat, Donald Trump telah menetapkan tanggal 15 Desember sebagai tanggal untuk mengenakan tarif impor hampir senilai 160 miliar Dolar Amerika Serikat (USD) pada barang-barang konsumen China.

Washington sedang meletakkan dasar untuk menunda tarif, seseorang menjelaskan situasi tersebut kepada Reuters, meskipun tidak ada kejelasan tentang keputusan apa yang akan diambil.

“Jika kita melihat penundaan tarif, itu membuka jalan bagi mata uang lainnya untuk naik relatif terhadap Dolar,” ujar Schamotta.

Euro menguat 0,4 persen menjelang pertemuan kebijakan pertama bos ECB Christine Lagarde pada Kamis. Investor akan mencermati setiap katanya.

Di sisi lain, Kronor Swedia (SEK) melonjak kelevel tertinggi lebih dari empat bulan terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) setelah data inflasi yang kuat membuatnya sangat mungkin negara itu akan mengakhiri suku bunga negatif. Dolar Amerika Serikat (USD) 1,16 persen lebih rendah terhadap Krona Swedia (SEK).

KELAS EDUKASI GRATIS DIDIMAX

Dalam langkah penting lainnya, Dolar Hong Kong (HKD) menguat ke level terkuatnya sejak tanggal 24 Juli, yang oleh para analis dikaitkan dengan istirahatnya taruhan yang sebelumnya mendapat untung dari carry trade meminjam dengan suku bunga rendah di Hong Kong untuk membeli aset dalam mata uang Dolar Amerika Serikat.

Greenback turun 0,24 persen terhadap Dolar Hong Kong (HKD). Mata uang Hong Kong dipatok terhadap greenback pada kisaran ketat 7,75-7,85 per Dolar Amerika Serikat (USD).

Poundsterling (GBP) menguat sebesar 0,37 persen dalam perdagangan sempit pada malam pemilihan umum Inggris, mengabaikan sebuah jajak pendapat yang menunjukkan bahwa Partai Konservatif yang berkuasa mungkin gagal memenangkan mayoritas.

BACA JUGA : HADIAH AKHIR TAHUN DIDIMAX BERJANGKA

REWARD AKHIR TAHUN DIDIMAX

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *