DOLAR AS MELEMAH TERHADAP YEN JEPANG DAN FRANC SWISS

 

Dolar AS melanjutkan penurunan terhadap safe haven yen Jepang dan franc Swiss pada Rabu (11/03) setelah menguat pada hari sebelumnya karena masih mendominasinya sentimen epidemi virus covid-19 .

Menurut laporan Reuters Rabu (11/03) pagi, pelemahan dolar tersebut mengikuti tren pelemahan bursa berjangka AS dan imbal hasil obligasi AS pada awal perdagangan di Asia Rabu. Pergerakan itu muncul di saat mayoritas investor masih tak mengambil posisi apapun bahkan setelah aset berisiko kembali pulih pada Selasa kemarin dengan harapan bahwa pemerintah akan mengambil langkah-langkah antisipasi untuk meringankan dampak negatif ekonomi akibat epidemi virus.

Terhadap yen, USD/JPYturun sebesar 0,66% di 104,93 per yen pukul 09.30 WIB menurut data Investing.com. USD/CHF juga naik 0,25% ke 0,9369 franc per dolar sementara euro berada di $1,1304, atau meningkat sebesar 0,21% sejauh ini di Asia. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS melaporkan 696 kasus virus covid-19 pada Selasa. Angka ini meningkat 224 kasus dari jumlah sebelumnya dan mengatakan jumlah korban tewas akibat virus bertambah enam menjadi 25 orang.

Sementara itu, Rupiah dibuka menguat pada perdagangan hari ini. Rabu (11/3) pukul 08.08 WIB, rupiah di pasar spot ada di Rp 14.323 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 0,20% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 14.352 per dolar AS. Rupiah menguat bersama mayoritas mata uang Asia lainnya. Yen Jepang memimpin penguatan mata uang Asia terhadap dolar AS dengan kenaikan 0,76%, won Korea naik 0,24%, dolar Taiwan naik 0,07%, pesso Filipina naik 0,04% dan dolar Singapura menguat 0,01% terhadap dolar AS.

Menurut catatan BI, pada Senin (9/3), kurs jual dolar AS adalah Rp 14.414. Adapun kurs beli Rp 14.270 per dolar AS. Dengan begitu kurs tengah BI adalah Rp 14.342 per dolar AS. Jika kita bandingkan dengan kurs tengah BI itu dengan sebelumnya (6/3), rupiah melemah 0,53% dalam sehari. Adapun dalam hitungan sepekan, rupiah pada pekan lalu cuma menguat 0,49%, berdasar kurs tengah BI.

Bagaimana dengan tren sebulan? Dalam hitungan sebulan, rupiah melemah 5,09% terhadap dolar AS. Catatan berbeda tentang nilai kurs rupiah terhadp dolar AS muncul dari Bank Sentral Eropa (ECB). Menurut mereka, Senin (9/3), harga dolar AS di pasar spot berakhir pada Rp 14.393. Jika kita bandingkan dengan sebelumnya (6/3), berarti harga dolar AS justru melemah terhadap rupiah sekitar 1,47%. Dengan kata lain, rupiah menguat.

Namun, kecenderungan penguatan rupiah tidak tampak jika kita bandingkan harga dolar AS dengan kurs sepekan sebelumnya (2/3). Sampai Senin (9/3), maish menurut data ECB, harga dolar AS telah menguat setinggi 0,62% dari kurs saat itu, yaitu Rp 14.304 per dolar AS. Begitu pula jika kita bandingkan dengan kurs sebulan lalu (7/2), harga dolar AS telah menguat 4,81%. Asal Anda tahu, pada Jumat, 7 Februari 2020, harga dolar AS baru Rp 13.733.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *