Dolar AS Melemah Terhadap Yen Jepang

Dolar AS Melemah Terhadap Yen Jepang

Nilai tukar Dolar Amerika Serikat (USD) melemah terhadap sebagian besar saingan utamanya pada akhir perdagangan di Kamis waktu setempat (Jumat WIB), di tengah meningkatnya minat investor terhadap Yen Jepang (JPY). Di sisi lain, perang dagang antara Amerika Serikat dengan China masih terus terjadi dan memberikan dampak terhadap pergerakan mata uang negeri Paman Sam tersebut.

Mengutip Xinhua, pada hari Jumat, 24 Mei 2019, indeks Dolar Amerika (USD) yang mengukur greenback terhadap enam mata uang mayor turun sebanyak 0,18 persen pada kisaran level 97,8595 di akhir perdagangan. Sedangkan Yen Jepang (JPY) berkinerja terbaik diantara mata uang lainnya, karena utamanya investor dan para pelaku pasar bereaksi secara risk-off yang dipicu oleh kecemasan baru atas ketidakpastian ekonomi global.

Pada akhir perdagangan pasar valuta asing sesi New York, Euro (EUR) naik menjadi USD1,1183 dibandingkan sesi sebelumnya di USD1,1159, dan Pound Inggris (GBP) turun menjadi USD1,2654 dibandingkan sesi sebelumnya di USD1,2668. Selain itu, Dolar Australia (AUD) naik hingga 0,6892 dibandingkan dengan USD0,6884.

Sementara Dolar Amerika Serikat (USD) membeli 109,47 Yen Jepang (JPY), lebih rendah dibandingkan dengan 110,28 Yen Jepang (JPY) pada sesi sebelumnya. Dolar Ameriks Serikat (USD) turun menjadi 1,0027 Franc Swiss (CHF) dibandingkan dengan 1,0086 Franc Swiss (CHF), dan naik menjadi 1,3486 Dolar Kanada (CAD) dibandingkan dengan 1,3427 Dolar Kanada (CAD).

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun sekitar 286,14 poin atau 1,11 persen menjadi 25.490,47. Kemudian S&P 500 turun sebanyak 34,03 poin atau 1,19 persen menjadi 2.822,24. Indeks Komposit Nasdaq turun sebesar 122,56 poin, atau 1,58 persen, menjadi 7.628,28.

https://www.youtube.com/watch?v=x1yKvVX_XEg

Semua tiga indeks utama dibuka menurun tajam pada hari Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Dow terperosok lebih dari 400 poin pada posisi terendah selama sesi karena United Technologies dan IBM berkinerja buruk. Sembilan dari 11 sektor S&P 500 utama mundur pada penutupan, dengan energi menurun sekitar 3,13 persen yang artinya kelompok berkinerja terburuk.

Saham raksasa teknologi Ameriks Serikat (USD) atau grup FAANG dari Facebook, Apple, Amazon, Netflix, dan Google-parent Alphabet, semuanya ditutup lebih rendah. Sektor teknologi menarik kembali 1,73 persen. Saham pembuat cip besar seperti Lam Research dan Qualcomm, terus berada di bawah tekanan.

VanEck Vectors Semiconductor ETF (SMH), yang melacak kinerja keseluruhan perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Industri semikonduktor Ameriks Serikat , ditutup sekitar 1,66 persen lebih rendah. Indeks Volatilitas Cboe, yang secara luas dianggap sebagai pengukur ketakutan terbaik di pasar saham, naik sebesar 14,71 persen menjadi 16,92.

CARA DAFTAR AKUN DEMO TRADING DI DIDIMAX

didimaxforex.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *