Dolar AS Menguat di Tengah Meredanya Ketegangan Perang Dagang

Dolar AS Menguat di Tengah Meredanya Ketegangan Perang Dagang

Mengakhiri perdagangan pasar valuta asing sesi Amerika pada hari Jumat, 29 Agustus 2019 dinihari, Dolar Amerika Serikat menunjukkan kekuatannya terhadap rival utamanya karena kekhawatiran perang dagang yang sedikit mereda setelah adanya laporan baik dari Amerika Serikat dan China yang tertarik untuk melanjutkan negosiasi.

Saat ini China sedang berusaha untuk menurunkan tensi perang perdagangan dengan Amerika Serikat. Juru bicara Kementerian Perdagangan China, Gao Feng mengindikasikan bahwa China saat ini tidak berniat untuk membalas ancaman terakhir yang dilontarkan oleh Presiden Donald Trump untuk menaikkan tarif impor barang-barang Tiongkok.

EDUKASI TRADING FOREX GRATIS

Gao Feng juga mengklaim bahwa China memiliki banyak tindakan balasan yang dapat diluncurkan, akan tetapi sebaliknya akan fokus pada penghapusan tarif baru Donald Trump, yang diumumkan setelah China mengatakan bahwa pihaknya juga berencana untuk mengenakan tarif pada barang-barang Amerika Serikat senilai 75 miliar Dolar Amerika Serikat (USD).

“Yang terpenting saat ini adalah menciptakan kondisi yang diperlukan bagi kedua belah pihak untuk melanjutkan negosiasi,” ujar Gao Feng kepada wartawan.

Donald Trump kemudian mengatakan kepada Fox News bahwa Amerika Serikat dan China dijadwalkan untuk mengadakan perbincangan hari ini di tingkat yang berbeda,” meskipun ia tidak menjelaskan apa maksud dari perkataannya tersebut.

https://www.youtube.com/watch?v=d72U-5xtXqs

Saat ini Indeks Dolar naik menjadi 98,55 sebelum memotong beberapa keuntungan karena menemukan resistensi di level yang lebih tinggi. Indeks kemudian ditutup naik sebesar 0,25% pada kisaran level 98,45. Posisi ini merupakan posisi tertinggi dalam 2 pekan, jika dilihat dari indeksnya.

Terhadap kurs Euro (EUR), Dolar diperdagangkan pada kisaran level 1,1058, naik sebesar 0,18% dari penutupan sebelumnya. Demikian pula terhadap Poundsterling (GBP), Dolar naik sebesar 0,22% pada kisaran level 1,2184.

Selain itu, Dolar Amerika Serikat (USD) naik hampir 0,4% terhadap mata uang jepang dengan unit dolar ditukar pada kisaran level 106,53 Yen (JPY), dibandingkan dengan akhir perdagangan sebelumnya yakni di kisaran level 106,12 Yen (JPY).

Dolar Amerika Serikat (USD) juga naik lebih dari 0,5% terhadap franc Swiss (CHF) di kisaran level 0,9868, dan naik sebesar 0,07% terhadap Dolar Australia (AUD) di kisaran level 0,6279. Terhadap Dolar Kanada (CAD), Dolar turun sebesar 0,11% yakni pada kisaran level 1,3292.

PUSAT EDUKASI TRADING FOREX DIDIMAX

Namun sayangnya laju Dolar juga dibatasi oleh laporan Departemen Tenaga Kerja yang menunjukkan sedikit peningkatan dalam klaim pertama kali untuk tunjangan pengangguran Amerika Serikat di minggu yang berakhir pada tanggal 24 Agustus lalu. Klaim pengangguran awal naik tipis menjadi 215.000, meningkat sebanyak 4.000 dari tingkat revisi minggu sebelumnya di angka 211.000.

Sebuah laporan terpisah yang dirilis oleh Departemen Perdagangan menunjukkan bahwa laju pertumbuhan aktivitas ekonomi Amerika Serikat sedikit melambat lebih dari yang diprediksi pada kuartal kedua, PDB meningkat sebesar 2,0 persen pada kuartal kedua dibandingkan dengan pertumbuhan 2,1 persen yang dilaporkan sebelumnya. Revisi ke bawah ini sejalan dengan perkiraan ekonom.

Di sisi lain, National Association of Realtors juga merilis laporan yang menunjukkan mundurnya penjualan rumah yang tertunda di bulan Juli. Indeks penjualan rumah yang tertunda turun sebesar 2,5 persen menjadi 105,6 pada bulan Juli setelah naik sebesar 2,8 persen menjadi 108,3 pada bulan Juni. Penurunan tajam ini hadir sebagai kejutan bagi para ekonom, yang memprediksi bahwa penjualan tertunda tidak akan berubah.

CARA DAFTAR AKUN DEMO TRADING DI DIDIMAX

didimaxforex.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *