DOLAR AS NAIK THE FED MEMANGKAS SUKU BUNGA

Dolar AS lanjut naik terhadap mata uang utama pada Kamis (14/05) pagi setelah Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell menepis spekulasi para pengambil kebijakan akan mengadopsi suku bunga negatif.

Harapan Presiden AS, Donald Trump, perihal suku bunga negatif harus kandas di tengah jalan. Pasalnya, The Federal Reserve (The Fed) secara tegas menyatakan bahwa pemangkasan suku bunga ke level negatif bukan suatu hal yang menjadi pertimbangan mereka.

Ketua the Fed Jerome Powell dalam webcast dengan Peterson Institute for International Economics, Rabu (13/5/2020) mengatakan bahwa jalan pemulihan ke depan penuh ketidak pastian dan akan diwarnai risiko negatif. Dia mengatakan bahwa diperlukan lebih banyak langkah untuk menjaga perekonomian yang kehilangan 20 juta tenaga kerja dalam sebulan.

https://www.youtube.com/watch?v=Gi3rL1gXV7k

Powell tidak menyebutkan langkah-langkah yang diperlukan, namun dia menyinggung bahwa Kongres perlu berbuat lebih banyak dibandingkan the Fed.

Perekonomian AS jatuh sangat dalam ke level yang belum pernah dialami sejak era Great Depression. The Fed telah mengambil kebijakan dengan memangkas suku bunga mendekati 0 persen dan mempersiapkan sejumlah stimulus dalam bentuk pinjaman dan likuiditas. Powell juga mengatakan tidak berencana untuk menerapkan suku bunga negatif.

“Meskipun respons ekonomi sudah dilakukan dengan cepat dan dalam jumlah besar, tetapi tampaknya ini bukan babak terakhir, mengingat langkah pemulihan ke depan penuh ketidakpastian dan risiko negatif,” kata Powell.

Kongres sendiri sudah menyetujui stimulus senilai hampir US$ 3 triliun. Demokrat pada hari Selasa kemarin mengumumkan RUU stimulus Covid-19 sebesar US$ 3 triliun yang, jika lolos, akan menghadapi oposisi di Senat yang dikuasai Republikan. Pemungutan suara akan dilakukan Jumat.

Lebih lanjut, Powell meyakinkan bahwa The Fed sebagai bank sentral akan mengerahkan lebih banyak kekuatan yang dibutuhkan dalam upaya menyelamatkan AS dari jurang resesi akibat pandemi virus corona. Meskipun ia mengakui bahwa pemulihan ekonomi AS mungkin saja akan terjadi dalam waktu yang lebih lambat dari yang diperkirakan.

Dolar Australia melemah sebelum rilis pasar tenaga kerja, yang dapat membantu menentukan berapa banyak pelonggaran moneter dan fiskal diperlukan untuk mendukung perekonomian mengutip laporan Reuters Kamis (14/05) pagi.

Fokus akan bergeser kepada data ekonomi dari Amerika Serikat dan Eropa dalam dua hari ke depan untuk mengetahui indikasi lanjutan tentang penurunan ekonomi keduanya, sementara investor juga akan mengamati data aktivitas Cina untuk mencari tanda-tanda tentang berapa lama waktu yang diperlukan keluar dari tekanan ekonomi akibat wabah covid-19.

Pada pukul 09.24 WIB, indeks dolar AS naik tipis 0,03% di 100,317 menurut data Investing.com. EUR/USD turun 0,03% ke 1,0813 dan AUD/USD turun 0,33% di 0,6433. USD/JPY melemah 0,14% di 106,88 dan AUD/USD turun 0,30% ke 0,6435.

Sementara rupiah USD/IDR bergerak melemah 0,46% di 14.933,0 terhadap dolar AS hingga pukul 09.36 WIB.

Jerome Powell menjadi pejabat teras The Fed yang terbaru menepis anggapan bahwa mereka mungkin mendorong suku bunga ke wilayah negatif setelah ekspektasi kebijakan suku bunga Fed berjangka baru-baru ini mulai menilai adanya peluang kecil tingkat suku bunga AS di bawah nol persen pada tahun berikutnya.

Sumber: investing.com & wartaekonomi.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *