Ekonomi Inggris Diprediksi Melemah Diakibatkan Brexit

Ekonomi Inggris Diprediksi Melemah Diakibatkan Brexit

Berikut berita mengenai forex hari ini – Berdasarkan Institut Nasional Penelitian Ekonomi dan Sosial atau Niesr, kesepakatan Brexit Perdana Menteri Boris Johnson akan mengakibatkan penyusutan ekonomi Inggris 3,5% setiap tahun serta pembuat kebijakan di Bank Sentral Inggris (BOE) harus memulai memikirkan mengenai pilihan penurunan suku bunga.

Laporan yang dirilis pada hari Rabu (30/10/2019), menyatakan jika kekacauan yang disebabkan Brexit telah mempertaruhkan pertumbuhan ekonomi.

Jika negara Inggris terus berada di jalur ketidakpastian dan aturan perdagangan dengan Uni Eropa tidak mengalami perubahan, sehingga perekonomian akan mengalami kerugian output 2%.

EDUKASI TRADING FOREX GRATIS

Direktur Niesr yaitu Jagjit Chadha mengutip melalui Bloomberg, pada Rabu (30/10/2019) menyatakan, “Ekonomi Inggris akan mengalami kerugian yang lambat dan merusak. Tidak ada letupan, tidak ada ledakan, tetapi tikaman lambat, sebab investasi yang terhambat dalam menghadapi ketidakpastian,”

Riset Niesr dilakukan dengan skenario apabila Inggris tetap menjadi anggota Uni Eropa.

Kesepakatan Brexit PM Johnson dinilai akan membuat semua wilayah di Inggris menjadi lebih jatuh selama satu dekade ke depan dan berpotensi memotong pendapatan pajak sebesar 2,5%.

Laporan yang berasal think-tank itu juga mengamati Kementerian Keuangan Inggris dengan kebijakan fiskal yang kacau dan kurangnya strategi yang seimbang.

Pada saat Parlemen Inggris masih dihadapi dengan kebuntuan atas Brexit, pekan lalu Menteri Keuangan Sajid David membatalkan rencana untuk mengumumkan angka anggaran pemerintahan yang seharusnya dilaksanakan pada 6 November.

https://www.youtube.com/watch?v=uiqm17EXQ-o

Pengawas keuangan Inggris memprediksi jika pemerintah akan merilis perkiraan ekonomi baru, yang berdasarkan dugaan bahwa Inggris meninggalkan Uni Eropa dengan adanya kesepakatan.

Berdasarkan seorang ekonom di Niesr yaitu Arno Hantzsche beriringan dengan ini risiko penurunan, kebutuhan akan penurunan suku bunga acuan BOE meningkat. Dia melansir inflasi berada di bawah target 2%, pound menguat, sedangkan risiko penurunan yang berasal dari ekonomi global dan risiko no-deal Brexit telah redup.

Arno Hantzsche mengatakan, “namun, para pembuat kebijakan cenderung menunggu sampai Maret sebelum membuat langkah seperti itu [pelonggaran],”

BOE direncanakan untuk mengumumkan keputusan kebijakan terbarunya dan merilis prediksi baru mengenai pertumbuhan dan inflasi pada 7 November 2019.

CARA DAFTAR AKUN DEMO TRADING DI DIDIMAX

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *