EMAS NAIK DIPICU AS-CINA SOAL COVID-19

Momen jatuhnya nilai tukar dolar Amerika Serikat menjadi peluang besar bagi instrumen investasi sekelas emas untuk mendulang penguatan signifikan. Benar saja, lantaran ramai diburu investor, emas global di pasar spot mengalami kenaikan signifikan hingga lebih dari 1%.

Harga emas kembali menguat pada Senin (18/05) pagi dipicu meningkatnya ketegangan perdagangan baru antara AS-Cina menambah kekhawatiran atas jatuhnya ekonomi akibat pandemi covid-19.

Mengutip data Investing.com, harga Emas Berjangka naik 0,91% di $1.772,30 per ons hingga pukul 10.11 WIB dan emas spot XAU/USD naik 1,01% ke $1.760,64.

Di tanah air hingga pukul 08.38 WIB Senin pagi ini, harga emas Antam per gram kembali naik Rp6.000 dari hari kemarin menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia. Pada hari Sabtu emas Antam mencapai harga Rp919.000 dan harga terakhir kini naik ke Rp925.000.

https://www.youtube.com/watch?v=nfOIOOAUTfI

Terbaru dampak negatif wabah covid-19 menurut laporan Reuters Senin (18/05) pagi, data ekonomi penjualan ritel AS menunjukkan penurunan selama dua bulan beruntun pada April dan ini mendorong kenaikan emas.

Menambah skenario prospek ekonomi suram yaitu gesekan terkini antara Amerika Serikat dan Cina soal wabah tersebut di mana Presiden AS Donald Trump menyebut ia bahkan dapat memutuskan hubungan dengan Beijing.

Dolar AS melemah pada Senin (18/05) pagi akibat kekhawatiran ketegangan global dengan Cina menggerus peningkatan sentimen dari pelonggaran tindakan karantina wilayah covid-19, sementara itu pembicaraan seputar suku bunga negatif mendorong pound ke level terendah nyaris selama dua bulan.

Kini meningkatnya ketegangan Eropa mengutip laporan Reuters Senin (18/05) pagi, Amerika Serikat dan Australia dengan Cina telah memaksa trader mata uang untuk meningkatkan kewaspadaan tatkala Italia mengumumkan rencana untuk melonggarkan pembatasan perjalanan bulan depan dan negara-negara bagian Amerika Serikat keluar dari tindakan karantina wilayah mendorong penguatan sentimen bagi saham-saham.

Covid-19, yang telah menginfeksi lebih dari 4,46 juta orang dan membunuh lebih dari 301.445, telah memukul aktivitas ekonomi global, mendorong bank sentral dan pemerintah untuk mengeluarkan langkah-langkah stimulus besar-besaran.

Emas cenderung mengalami penguatan didorong kebijakan stimulus ekonomi karena logam kuning dipandang sebagai lindung nilai terhadap tingkat inflasi dan penurunan nilai mata uang.

Momen jatuhnya nilai tukar dolar AS menjadi peluang besar bagi instrumen investasi sekelas emas untuk mendulang penguatan signifikan. Benar saja, lantaran ramai diburu investor, emas global di pasar spot mengalami kenaikan signifikan hingga lebih dari 1%.

Langkah pemerintahan Trump menghentikan pasokan chip ke Huawei Technologies menjadi masalah hangat terbaru antara AS dan Cina. Pasar gelisah meresponsnya setelah surat kabar Global Times China menandai kemungkinan adanya tindakan balasan.

Australia juga mengalami masalah perdagangan dengan Cina, sementara pemimpin aliansi politik terbesar Uni Eropa mendorong larangan sementara atas pengambilalihan perusahaan-perusahaan Cina yang tengah mengalami kesulitan.

sumber:investing.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *