EMAS NAIK LAGI, DI PICU PELEMAHAN DOLAR

Chicago (ANTARA) – Emas menguat lagi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), ditopang pelemahan dolar dan pemulihan yang lambat di pasar tenaga kerja AS ketika klaim pengangguran tetap berada pada level tertinggi, mengindikasikan keparahan dampak pandemi virus corona terhadap ekonomi.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desembers di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, bertambah 21,4 dolar AS atau 1,1 persen menjadi ditutup pada 1.970,40 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Rabu (12/8), emas naik tipis 2,7 dolar AS atau 0,14 persen menjadi 1.949,00 dolar AS. Emas berjangka anjlok 93,4 dolar AS atau 4,58 persen menjadi 1.946,3 dolar AS pada Selasa (11/8), setelah terangkat 11,7 dolar AS atau 0,58 persen menjadi 2.039,70 dolar AS pada Senin (10/8), dan jatuh 41,4 dolar AS atau 2,00 persen menjadi 2.028,00 dolar AS pada Jumat (7/8).

Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis (13/8) merilis sebuah laporan, yang menunjukkan bahwa klaim pengangguran awal turun menjadi 963.000 klaim selama sepekan yang berakhir 8 Agustus, menandakan berlanjutnya pemulihan ekonomi.

Klaim pengangguran AS turun di bawah satu juta minggu lalu untuk pertama kalinya sejak dimulainya pandemi, meskipun setidaknya 28 juta orang masih menerima cek pengangguran, menunjukkan pasar tenaga kerja yang lemah.

Namun, karena klaim pengangguran tetap pada tingkat historis yang tinggi, itu tidak cukup untuk mengalahkan ketakutan dan pesimisme di pasar terhadap dampak COVID-19, menurut analis pasar.

Emas menemukan dukungan tambahan karena indeks dolar AS jatuh pada Kamis (13/8). “Dolar telah cukup lemah … pemulihan yang kami alami (di pasar tenaga kerja) ini telah menjadi buah yang menggantung rendah. Ini kenaikan yang mudah,” kata Edward Meir, analis di ED&F Man Capital Markets.

“Klaim awal masih berjalan pada tingkat yang sangat tinggi, dan jalan masih panjang,” kata Meir.

Dolar turun 0,2 persen terhadap saingannya, terendah dalam hampir seminggu, mendukung daya tarik emas bagi mereka yang memegang mata uang lain, ketika Washington terus berada di jalan buntu atas stimulus tambahan.

Menambah prospek suram, pembuat kebijakan Federal Reserve memperingatkan pertumbuhan AS akan diredam sampai virus corona bisa diatasi.

Investor sekarang mengincar pertemuan antara Amerika Serikat dan China pada 15 Agustus yang bertujuan untuk meninjau kesepakatan perdagangan Fase 1.

“Faktor-faktor yang mendasari pasar tidak berubah secara signifikan. Fakta bahwa emas tidak bergerak lebih tinggi ketika ketegangan China-AS meningkat selama akhir pekan menandakan bahwa sebagian besar dari faktor-faktor penarik itu telah diperhitungkan,” kata analis StoneX, Rhona O’Connell dalam sebuah catatan.

“Sentimen investor tetap kuat secara keseluruhan.”

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 1,74 dolar AS atau 6,69 persen menjadi ditutup pada 27,718 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 23,8 dolar AS atau 2,48 persen menjadi menentap pada 983 dolar AS per ounce.

Sumber:antaranews.com

(Visited 3 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *