Euro menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada kamis pagi setelah Bank Sentral Eropa (ECB) mengumumkan program pembelian aset senilai 750 miliar euro untuk menghadapi dampak wabah covid-19. Langkah ECB ini bertujuan untuk meredam kemunduran ekonomi atas dampak pandemi virus Corona yang diprediksi akan menekan zona Eropa menuju resesi seperti yang terjadi pada tahun 2008 lalu.
Dengan demikian, secara keseluruhan, ECB akan bersiap mengelontorkan dana sebesar 1.1 Triliun Euro pada tahun ini atau setara 6 persen dari PDB Uni Eropa. Keputusan ECB terbilang cukup agresif setelah sebagian besar negara negara kawasan dalam status Lockdown yang berarti aktivitas ekonomi bisa dikatakan nyaris berhenti total dan berada di ujung tanduk. “Kondisi yang luar biasa memerlukan tindakan luar biasa”, kata presiden ECB, Christine Lagarde sembari merujuk pada penyebaran virus Corona yang semakin mengkhawatirkan terutama di Italia. Lagarde juga menegaskan, ”Tidak ada batasan komitmen kami terhadap zona Euro dan akan bertekad menggunakan segala kebijakan dalam mandat kami”.
ECB mengatakan program baru, yang menargetkan aset sektor publik dan swasta, akan dilakukan hingga akhir 2020.
Pengumuman ECB terbaru merupakan bagian dari rangkaian langkah bank sentral utama minggu ini untuk mengimbangi dampak wabah covid-19 terhadap ekonomi global dan pasar keuangan.
Euro Menguat Sesaat Lalu Kembali Tertekan Keputusan ECB tadi malam yang bersiap meluncurkan program pembelian obligasi disambut positif oleh pelaku pasar. Alhasil mata uang Euro sempat bergerak menguat melawan greenback hingga menyentuh kisaran 1.0981 menjauhi level low sesi perdagangan hari Rabu pada 1.0801. Namun penguatan EUR/USD tidak berlangsung lama, lalu kemudian kembali merosot hingga berada pada level 1.0914 saat berita ini ditulis.
Analis mengatakan kenaikan euro kemungkinan hanya sesaat karena banyak investor melakukan aksi jual berbagai instrumen keuangan dan beralih ke uang tunai dalam dolar AS karena tingkat ketidakpastian yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat wabah covid-19.
“Euro sedang diburu karena ECB, yang sebelumnya terlihat agak enggan bergerak, akhirnya melakukan tindakan sangat berani,” kata Takuya Kanda, Manajer Umum departemen penelitian di Gaitame.com Research Institute di Tokyo.
Euro (EUR/USD) naik 0,37% menjadi $ 1,0953 di awal sesi Asia pada Kamis pagi. Terhadap pound, euro naik 0,6% menjadi 94,30 pence.
Skema pembelian ECB, yang diumumkan pada pertemuan darurat Rabu malam, diambil kurang dari seminggu setelah pembuat kebijakan meluncurkan langkah-langkah stimulus baru.
Program pembelian aset ini juga akan mencakup utang dari Yunani, yang sejauh ini telah ditutup dari pembelian obligasi ECB karena peringkat kreditnya yang rendah, kata ECB.
Meski skema pembelian obligasi akan terus dilanjutkan sesuai dengan porsi kepemilikan saham masing masing negara pada Bank Sentral, ECB menegaskan bahwa keputusan akan bersifat fleksibel dan dapat berubah tergantung pada situasi. Yang terpenting, ECB mengatakan pihaknya siap untuk meningkatkan ukuran dan durasi pembelian obligasi jika diperlukan sewaktu waktu dan akan meninjau setiap hambatan yang menghalang kebijakan pembelian obligasi ini.
sumber: investing.com





