HARGA EMAS DIPERCAYA BISA TEMBUS US$ 2.300/oz

HARGA EMAS DIPERCAYA BISA TEMBUS US$ 2.300/oz

Setelah kemarin harga emas mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah, hari ini Rabu (29/7/2020) harga emas sedikit terkoreksi. Maklum, harga sudah reli terus-terusan, sehingga koreksi yang menjadi wajar.

Pada 09.00 WIB, harga emas dunia di pasar spot dibanderol di US$ 1.956,31/troy ons. Harga bullion melemah 0,13% dibanding posisi penutupan kemarin di US$ 1.958,93/troy ons.

“Emas sudah jenuh beli (overbought) dan perlu koreksi,” kata analis StoneX Rhona O’Connell kepada Reuters. “Namun saat ini semuanya mendukung; suku bunga negatif, ketegangan geopolitik yang intensif dan ketidakpastian besar seputar kejatuhan ekonomi dan keuangan dari virus.” katanya

Indeks dolar memantul dari level terendah dua tahun. Pemulihan indeks dolar yang mengindikasikan adanya penguatan mata uang greenback cukup menekan harga emas. Wajar saja karena harga emas dibanderol dalam mata uang tersebut. Penguatan dolar membuat emas menjadi lebih mahal dan bisa mengurangi minat beli.

Aksi jual dolar AS mereda jelang pertemuan komite pengambil kebijakan bank sentral AS the Fed serta munculnya harapan bahwa paket stimulus fiskal AS yang besar akan disetujui. The Fed, yang memulai pertemuan dua hari mulai hari Selasa diyakini masih akan bersikap akomodatif

Di sepanjang tahun ini, emas sebagai aset safe haven harganya telah naik 27%. Hal ini didukung terutama oleh meningkatnya keraguan atas pemulihan ekonomi dari pandemi dan ketegangan Sino-AS.

Emas yang tidak menghasilkan imbal hasil juga diuntungkan dari tingkat suku bunga rendah serta stimulus fiskal bernilai jumbo karena dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

Semua sepakat, kondisi saat ini sangatlah menguntungkan emas. Hal ini juga disampaikan oleh bank investasi global asal Paman Sam yakni Goldman Sachs.

Bank investasi global tersebut pada hari Selasa menaikkan perkiraan harga emas 12 bulan menjadi US$ 2.300/ troy ons.

“Kami telah lama mempertahankan emas sebagai mata uang pilihan terakhir, terutama dalam lingkungan seperti saat ini di mana pemerintah mendebit mata uang fiat mereka dan mendorong suku bunga riil ke posisi terendah sepanjang masa,” kata Goldman.

Kekhawatiran nyata seputar nasib dolar AS sebagai mata uang cadangan sudah mulai muncul, tambah Goldman Sachs.

“Kami melihat kekhawatiran inflasi terus meningkat dengan baik ke dalam periode pemulihan ekonomi, membuat arus masuk ke dalam ETF emas yang berkelanjutan di samping pelemahan struktural dolar, kami melihat emas digunakan sebagai lindung nilai dolar oleh para pengelola dana,” kata Goldman.

Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/market/20200729090749-17-176150/pagi-ini-loyo-harga-emas-diyakini-bisa-tembus-us–2300-oz

(Visited 7 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonHubungi saya disini