Harga Emas Kembali Naik Didorong Perubahan Kebijakan Fed

Harga emas kembali naik pada Selasa (01/09) pagi didorong pelemahan dolar Amerika Serikat akibat perubahan kebijakan dovish oleh Federal Reserve AS.

Harga emas naik 0,15% ke $1.981,55 per ons pukul 08.51 WIB menurut data Investing.com dan XAU/USD naik 0,32% ke $1.974,05. Sedangkan indeks dolar AS turun 0,16% ke 92,032.

“Pelemahan dolar AS dan antisipasi pelemahan lanjutan dari mata uang AS ini telah mendorong kenaikan kecil ( emas)” kata Jeffrey Sica, pendiri Circle Squared Alternative Investments.

Dilansir Reuters Selasa (01/09) pagi, melemahnya dolar AS ini ditekan oleh kebijakan target inflasi rata-rata terbaru Fed, yang akan memungkinkan suku bunga tetap rendah bahkan jika inflasi naik sedikit di masa depan.

Suku bunga rendah cenderung mendukung emas, yang merupakan aset lindung nilai terhadap inflasi dan depresiasi mata uang. “Saat ini ada sedikit penghindaran risiko di pasar global, yang agak membatasi tren penguatan logam safe haven,” analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff mengatakan dalam catatan. Emas telah menguat sekitar 29% tahun ini dipicu ketidakpastian ekonomi terdampak pandemi dan juga pemilu di AS. Dari tanah air, harga emas Antam (JK:ANTM) turun Rp10.000 dari Rp1.030.000 Senin kemarin menjadi Rp1.020.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia hingga pukul 08.28 WIB.

 Futures emas lebih tinggi selama sesi AS pada Senin.

Pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, Futures emas untuk penyerahan Desember diperdagangkan pada USD1.974,90 per troy ons pada waktu penulisan, meningkat 0,00%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi tinggi USD per troy ons. Emas kemungkinan akan mendapat support pada USD1.908,40 dan resistance pada USD1.987,00.

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, jatuh 0,27% dan diperdagangkan pada USD92,132.

Sementara itu di Comex, Perak untuk penyerahan Desember naik 2,60% dan diperdagangkan pada USD28,512 per troy ons sedangkan Tembaga untuk penyerahan September naik 1,34% dan diperdagangkan pada USD3,0350 per pon.

 Harga emas melemah pada Senin (31/08) petang karena menguatnya dolar AS, meskipun kerangka kebijakan baru Federal Reserve AS yang menyarankan suku bunga akan tetap mendekati nol untuk beberapa waktu membatasi kerugian untuk emas safe-haven. Berdasarkan data investing.com pukul 16.35 WIB, emas spot naik tipis 0,04% menjadi $ 1,965.18 per ons, setelah mencapai level tertinggi sejak 19 Agustus di $ 1,976.14 pada awal perdagangan Asia. Emas turun 0,5% sepanjang bulan ini, Sementara emas berjangka AS turun 0,17% menjadi $ 1.971,65 per ons. Sedangkan indeks dolar AS stabil terhadap enam mata uang utama tetapi berada di jalur penurunan bulanan keempat berturut-turut. “Penguatan dolar AS akan meluas dan dapat berdampak pada perdagangan emas,” kata analis IG Markets, Kyle Rodda, yang dikutip Reuters. “Greenback mengalami lonjakan besar pada hari Jumat karena pelaku pasar mencerna apa yang keluar dari Jackson Hole Symposium, dan manfaat lanjutan untuk emas masih dirasakan.” Strategi kebijakan moneter baru The Fed menunjukkan bahwa suku bunga utama bank sentral AS, sudah mendekati nol, akan tetap di sana selama bertahun-tahun yang akan datang karena pembuat kebijakan berupaya menekan inflasi yang lebih tinggi. Suku bunga yang lebih rendah menurunkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan keuntungan. Emas telah naik hampir 30% sepanjang tahun ini, mencapai level tertinggi sepanjang masa di $ 2.072,50 awal bulan ini, karena investor berusaha membeli logam tersebut sebagai lindung nilai terhadap kemungkinan inflasi dan penurunan nilai mata uang karena pencetakan uang yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh bank sentral. “Emas diperkirakan akan menguji kembali tertinggi lama lagi. Saya tidak berpikir ada yang berubah dalam hal fundamental yang digarisbawahi,” kata Edward Meir, seorang analis di ED&F Man Capital Markets. Sementara perak melonjak 1,2% menjadi $ 27,82 per ons dan menuju kenaikan bulanan kelima berturut-turut, naik lebih dari 14%.

(Visited 4 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *