Logam mulia emas kini sinarnya mulai pudar setelah harga emas yang terus terjun dari level tertingginya dalam tujuh tahun ini. Harga emas kini harus kembali ke level dimana ia berada pada awal tahun, dan hal ini disebabkan oleh Virus Corona.
Pada hari selasa dini hari, harga emas dunia di pasar spot turun sebesar 0.19% ke level $1.5109/troy ons. Harga emas saat ini adalah harga emas di akhir tahun lalu. Sejak emas mencapai level tertingginya pada tanggal 9 Maret 2020 di US$ 1.679,6/troy ons, harga emas mulia harus rela terjun.
https://youtu.be/l7g4xSqQ3wc
Hingga hari kemarin, harga emas telah anjlok sekitar 9,86% sejak cetak rekor tertingginya. Padahal saat ini kondisi ekonomi global jauh dari kata kondusif akibat wabah virus corona. Banyak orang yang mulai berikir bahwa emas sebagai aset safe haven.
Seharusnya emas jadi aset yang banyak diincar ketika ekonomi dunia sedang mengalami guncangan. Namun pada kenyataannya, jauh berbanding terbalik. Saat ini emas lebih berperan sebagai ‘source of liquidity’ ketika kondisi pasar sedang kacau.
Sedangkan disisi lain, bursa saham global sedang dilanda aksi jual yang utuh. Dapat dilihat dari performa Wall Street akhir-akhir ini. Bahkan ketika bank sentral AS, The Fed memangkas suku bunga hingga ke kisaran 0-0,25% dan memulai program pembelian aset-aset finansial atau yang dikenal dengan Quantitative Easing, pasar saham Paman Sam pun masih babak belur.
Kejatuhan Wall Street juga diikuti oleh pasar-pasar saham di berbagai negara di dunia. Panic selling terjadi di mana-mana. Kerugian yang diderita akhirnya memaksa emas yang sudah cuan dilikuidasi untuk mengimbangi kerugian pada investasi lain serta menutup margin calls.
Padahal harga emas sebenarnya mendapat sentimen positif dari rendahnya suku bunga acuan. Rendahnya suku bunga terutama di AS membuat memegang instrument investasi tanpa imbal hasil seperti emas menjadi lebih dilirik. Hal ini disebabkan karena biaya yang ditanggung memilih aset ini menjadi lebih rendah, dan emas menjadi instrumen menarik.
Virus Corona saat ini memang jadi ancaman paling serius tak hanya bagi kesehatan tetapi juga perekonomian. Jumlah kasus infeksi virus corona sudah melampaui 180.000 dan menjangkiti lebih dari separuh negara di dunia. Beberapa negara mulai melarang adanya wisatawan asing dan bahkan ada yang lockdown satu negara (Italia). Jumlah kasus di luar China terus bertambah dan sudah melampaui jumlah kasus kumulatif di China. Kondisi semakin tidak kondusif.
sumber : cnbc.com




