Pounds Diterpa Rumor Kekacauan Negosiasi Ulang Brexit

Pounds Diterpa Rumor Kekacauan Negosiasi Ulang Brexit

Pada pertengahan pasar valuta asing sesi New York tanggal 5 Juli 2019, Poundsterling (GBP) melemah lebih dari 0.7 persen ke kisaran level 1.2489 terhadap Dolar Amerika Serikat (USD). Sebagian besar penurunan itu disebabkan oleh rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang jauh lebih baik dibandingkan prediksi awal. Namun, sebagian lagi dikarenakan munculnya rumor tak sedap mengenai negosiasi brexit yang akan ditempuh oleh perdana menteri Inggris mendatang.

Tadi sore, Ursula von der Leyen selaku kandidat presiden European Commission untuk menggantikan Jean-Claude Juncker mulai bulan November mendatang, menyampaikan komentar kontroversialnya mengenai brexit. Menurutnya, poin mengenai perbatasan Irlandia tetap akan dipertahankan dalam kesepakatan brexit apapun yang akan diperbincangkan kelak.

Pendapat dari sosok yang sekarang menjabat sebagai menteri pertahanan Jerman itu senada dengan prinsip Juncker selama ini, yaitu menolak renegosiasi atas draft kesepakatan brexit yang sebelumnya disetujui oleh Perdana Menteri Theresa May. Namun, hal ini akan memunculkan dilema bagi perdana menteri Inggris mendatang.

Dua kandidat pengganti Theresa May saat ini, yaitu Boris Johnson dan Jeremy Hunt, telah berjanji bahwa akan merenegosiasi kesepakatan tersebut dan memahami bahwa poin mengenai perbatasan Irlandia merupakan titik vital di dalamnya yang bisa menentukan apakah deal bisa diterima parlemen Inggris atau tidak. Boris Johnson dan Jeremy Hunt secara terbuka telah menolak untuk menghapus probabilitas “No-Deal Brexit” jika kesepakatan baru gagal tercapai hingga deadline brexit pada tanggal 31 Oktober 2019 mendatang.

“Penolakan Uni Eropa (UE) untuk merundingkan ulang kesepakatan brexit, ketidakmampuan parlemen Inggris untuk menerima syarat-syaratnya, dan kehadiran sosok pro-Brexit di Downing Street, secara bersama-sama menghasilkan peningkatan probabilitas Inggris untuk keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan apapun pada bulan Oktober mendatang,” ujar Jane Foley dari Rabobank. Padahal, skenario “No-Deal Brexit” itu dikhawatirkan berdampak buruk terhadap perekonomian Inggris dan terus membebani outlook Poundsterling (GBP).

Jane Foley mengingatkan, “Dikarenakan kombinasi risiko ekonomi dan politik yang terhimpun saat ini, level (GBP/EUR area 1.11) nampak rawan dalam jangka waktu 1 hingga 3 bulan ke depan”. Namun, Rabobank memperkirakan nilai tukar GBPEUR akan diperdagangkan pada kisarang 1.16 dalam 6 bulan mendatang, berdasarkan perkiraan bahwa brexit akan kemali ditunda dan semua pihak menghindari “No-Deal Brexit” pada bulan Oktober mendatang.

CARA DAFTAR AKUN DEMO TRADING DI DIDIMAX

didimaxforex.com

(Visited 11 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonHubungi saya disini