
Pada hari Selasa waktu setempat (Rabu WIB) nilai tukar Dolar Amerika Serikat (USD) menguat atau melambung dikarenakan investor dan para pelaku pasar mencerna data ekonomi terbaru serta komentar dari pejabat bank sentral. Pada akhir perdagangan, indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang mayor, naik sebesar 0,13 persen pada ksiaran level 98,0631.
Mengutip Xinhua pada hari Rabu, 22 Mei 2019, pada akhir perdagangan pasar valuta asing sesi New York, euro (EUR) turun menjadi USD1,1157 dibandingkan pada sesi sebelumnya USD1,1168, dan Poundsterling Inggris (GBP) turun menjadi USD1,2705 dibandingkan pada sesi sebelumnya USD1,2726. Sedangkan Dolar Australia (AUD) turun menjadi USD0,6881 dibandingkan pasa sesi sebelumnya USD0,6905.
Sementara itu, Dolar Amerika Serikat (USD) dibeli 110,62 Yen Jepang (JPY), lebih tinggi dibandingkan pada sesi sebelumnya 109,97 Yen Jepang (JPY). Kemudian Dolar Amerika Serikat (USD) naik ke kisaran level 1,0113 Franc Swiss (CHF) dibandingkan pada sesi sebelumnya 1,0083 Franc Swiss (CHF), dan Dolar Amerika Serikat (USD) turun menjadi 1,3404 Dolar Kanada (CAD) dibandingkan pada sesi sebelumnya 1,3431 Dolar Kanada (CAD).
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 197,43 poin atau 0,77 persen menjadi 25.877,33. Sedangkan S&P 500 meningkat sebanyak 24,13 poin atau 0,85 persen menjadi 2.864,36. Indeks Nasdaq Composite naik sebanyak 83,35 poin atau 1,08 persen menjadi 7.785,72.
Sebanyak 10 dari 11 sektor S&P 500 utama ditutup lebih tinggi, dengan layanan teknologi dan komunikasi masing-masing yang naik sebanyak 1,20 persen dan 0,96 persen, di antara kelompok-kelompok dengan kinerja terbaik. Namun, kebutuhan pokok konsumen turun sebanyak 0,31 persen.
https://www.youtube.com/watch?v=RrAcyq1IfEk
Saham terkait teknologi dipicu oleh berita bahwa Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) mengeluarkan lisensi sementara 90 hari untuk melonggarkan pembatasan pada kesepakatan bisnis dengan raksasa telekomunikasi China, Huawei. Kondisi ini akhirnya memberikan tekanan terhadap gerak saham teknologi di pasar saham Amerika Serikat.
Di sisi ekonomi, National Association of Realtors menyatakan bahwa penjualan rumah yang ada di Amerika Serikat menurun selama dua bulan berturut-turut pada bulan April, atau pada kecepatan yang jauh lebih lambat. Amerika Serikat berharap bahwa kondisi ini bisa mengalami pemulihan di masa-masa yang akan datang.
Total penjualan rumah yang ada, transaksi yang diselesaikan dan mencakup rumah keluarga tunggal, townhome, kondominium, dan koperasi, turun sebanyak 0,4 persen dari bulan Maret ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman yakni 5,19 juta pada bulan April.
Sebelumnya, analis di Kamboja mengatakan bahwa kebijakan proteksionisme Amerika Serikat telah merusak aturan dan norma perdagangan internasional. Ekonomi dunia, Ketua Institut Pengembangan Sumber Daya Kamboja Mey Kalyan mengungkapkan terutama di Kamboja, akan menderita karena ‘serangan’ perdagangan Amerika Serikat terhadap China dan negara-negara lain untuk jangka waktu yang lama.
“Bahkan yang lebih disesalkan bahwa aturan perdagangan internasional dan norma-norma yang telah dibangun banyak negara selama beberapa dekade telah hancur hanya dalam waktu semalam oleh negara Adidaya yang memberi pelajaran kepada negara-negara miskin tentang demokrasi dan hak asasi manusia,” katanya.
didimaxforex.com







