
Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat pernyataan di sebuah briefing harian pada Senin malam. Beliau menyampaikan bahwa ia ingin mencoba untuk mencabut pembatasan pada 30 April. Namun, Dr. Fauci dengan cepat menambahkan bahwa ketika Amerika Serikat kembali normal, negara tersebut akan melakukannya secara bertahap.Selanjutnya, dia mengancam Perdana Menteri India (PM) Narendra Modi dengan pembalasan atas hidroksi klorokuin. Dia mengatakan bahwa dia tidak menyukai keputusan tersebut.
Aksi Trump
Presiden Trump membuat permintaan untuk melepaskan penahanan pada hydroxychloroquine dalam pembicaraan melalui telepon dengan Perdana Menteri Modi pada hari Minggu. Ini terjadi setelah India memutuskan untuk tidak mengekspor hydroxychloroquine, obat anti-malaria yang efektif yang disebut-sebut sebagai “game-changer” dalam perang melawan virus corona meskipun efikasinya belum teruji.
Sebelumnya, Trump menginginkan berbagai pembatasan sosial terhadap virus Corona, tak terkecuali lockdown, selesai pada bulan April nanti. Sebab, Trump khawatir pembatasan yang berkepanjangan malah akan memukul perekonomian Amerika. Ia juga mengatakan bahwa negara Amerika “dibangun bukan untuk ditutup”.
Namun, seiring berjalannya waktu, pandemi virus Corona di Amerika semakin meluas. Jumlah kasus dan korban terus naik. Sudah ada kurang lebih 142.106 kasus dan 2.479 korban meninggal akibat virus COVID-19 tersebut. Amerika bahkan menjadi pusat virus Corona yang baru, menggantikan Cina.
Berbagai langkah dilakukan Amerika untuk melawan dampak pandemi yang terjadi. Beberapa negara bagian melakukan berbagai jenis pembatasan sosial, melarang warga berkeliaran dan bisnis non-esensial buka. Selain itu, Jumat kemarin, pemerintah federal juga menganggarkan dana US$ 2 triliun untuk melawan dampak virus Corona. Trump bahkan sempat hendak mengisolir beberapa negara bagian dari akses luar pada akhir pekan lalu namun ditentang.
Ujungnya, Trump mengakui bahwa pengangkatan pembatasan sosial di bulan April tak memungkinkan. Usai rapat dengan jajarannya, Ia meminta warga untuk mematuhi segala pembatasan sosial yang ada atau akan ada. “Semakin anda patuh, semakin cepat mimpi buruk ini berlalu,” ujarnya.
Reaksi Dollar
Dolar AS kembali melemah melawan mata uang utama lainnya di tengah suasana pasar yang membaik, yang tercermin dari risk-on di ekuitas Asia.
Indeks dolar AS turun 0,07% ke posisi terendah 100,59, setelah menghadapi penolakan di dekat wilayah 100,80 sebelumnya hari ini.
Sumber : FX-Street





