United States Dollar (USD) mengalami kenaikan pada Rabu siang di wilayah Asia karena investor berbondong-bondong beralih alias berpindah ke safe havens (aset aman) di tengah meningkatnya jumlah angka kematian akibat pandemi Covid-19 (Corona Virus)
Negara bagian New York dan juga Inggris mengumumkan angka kematian harian tertinggi dalam semalam, meskipun jumlah kasus orang-rang yang terjangkit COVID-19 (Corona Virus) dilaporkan menurun di awal minggu. Gubernur New York Andrew Cuomo melaporkan angka kematian sebesar 5.489 kematian di negara bagian New York pada Selasa malam.
United States Dollar (USD) Index, yang memantau pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang utama, naik 0,27% menjadi 100,17 berdasarkan data investing.com pukul 11:50 WIB (Waktu Indonesia Barat)
“Penghindaran resiko dan dolar Amerika Serikat (USD) berjalan seiring,” kata Ray Attrill, kepala strategi FX di National Australia Bank, kepada CNBC.
“Peningkatan didasarkan pada statistik tidak terlalu buruk dari berbagai belahan dunia … tetapi pandangan kami pasar akan tetap berfluktuasi – kami tidak dapat mengharapkan aliran berita baik yang sangat baik atau sangat buruk,” dia menambahkan.
Pair (Pasangan) USD/JPY turun 0,11% menjadi 108,83 karena Perdana Menteri Shinzo Abe secara resmi mengumumkan keadaan darurat pada Selasa malam.
Pair (Pasangan) GBP/USD turun 0,16% menjadi 1,2317 karena Perdana Menteri Boris Johnson memasuki hari kedua dalam perawatan intensif untuk mengobati virus.
Pair (Pasangan) AUD/USD turun 0,61% menjadi 0,6129 karena S&P menurunkan prospeknya pada peringkat AAA negara berdaulat dari stabil ke negatif.
Pair (Pasangan) NZD/USD turun 0,37% menjadi 0,5952 sementara pasangan USD/CNY naik 0,35% menjadi 7,0671.
Pair (Pasangan) USD/IDR melemah 0.96% terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) di level 16.280.
“Sementara kurva virus mendatar, dampak ekonomi dari krisis covid-19 masih akan terasa selama bertahun-tahun,” Joe Capurso, analis mata uang Commonwealth Bank of Australia, mengatakan kepada CNBC.
“Ekonomi akan membutuhkan waktu untuk kembali pulih, beberapa bisnis tidak akan kembali beroperasi, dan pengangguran akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk (pulih). Kami pikir itu berarti dolar dan yen akan menguat kembali, ” kata Joe Capurso analis mata uang Commonwealth Bank of Australia.
Sumber: https://id.investing.com/news/forex-news/dolar-as-menguat-seiring-meningkatnya-kematian-akibat-covid19-1974853





