Mata uang dolar AS naik tipis terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (28/7). Dolar AS rebound setelah sehari sebelumnya jatuh, karena para pelaku pasar mengamati pertemuan kebijakan utama Federal Reserve.
Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,02 persen menjadi 93,6955. Sehari sebelumnya, indeks dolar sempat jatuh ke 93,47, tingkat terendah sejak Juni 2018.
Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1721 dolar AS dari 1,1749 dolar AS pada sesi sebelumnya. Pound Inggris naik menjadi 1,2943 dolar AS dari 1,2870 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik hingga 0,7161 dolar AS dari 0,7141 dolar AS.
Dolar AS dibeli 105,09 yen Jepang, lebih rendah dari 105,38 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS jatuh ke 0,9174 franc Swiss dari 0,9203 franc Swiss, dan tidak berubah pada 1,3360 dolar Kanada dari sesi sebelumnya.
Bank sentral AS atau Federal Reserve memulai pertemuan kebijakan dua hari pada Selasa (28/7), diikuti oleh keputusan tentang suku bunga pada Rabu waktu setempat. “Keputusan Fed besok adalah panggung utama,” kata Esther Reichelt, analis valas di Commerzbank, Selasa (28/7).
“Bahkan jika besok tidak mungkin menjadi momen yang tepat untuk pendekatan kebijakan moneter yang lebih ekspansif, Fed tidak diragukan lagi akan siap untuk pelonggaran lebih lanjut,” tambah Reichelt.
HARGA EMAS SEDANG MELEMAH KARENA USD Harga emas melemah pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat ditengah kecenderungan turun diluar pasar metal yang menyebabkan harga minyak mentah turun tajam dan indeks dolar AS menguat secara solid.
Pergerakan harga emas sejak mencapai level tertingginya sepanjang masa cenderung volatil seperti roller coaster. Pergerakan USD masih menjadi pemicu utama volatilitas emas. Jumat (4/9/2020), harga emas dunia di pasar spot menguat 0,3% ke US$ 1.937,1/troy ons pada 08.05 WIB.
Pada perdagangan pasar valuta asing Dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Selasa, dilansir dari economy.okezone.com karena investor menanti pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell tentang kebijakan bank sentral AS. Sementara itu, data bisnis di Jerman mulai menunjukkan peningkatan.
Dikarenakan para investor yang tetap merasa khawatir tentang kemungkinan perlambatan ekonomi global setelah peningkatan kasus virus corona baru di Amerika Serikat (AS) dan China, harga emas kembali stabil pada perdagangan Kamis (18/6/2020).